Program CHANCE-TL jangkau lebih dari 7.000 anak di Baucau dan Viqueque

DILI, 27 Agustus 2026 (TATOLI)–Program Children’s Health, Nutrition and Nurturing Care Enhancement in Timor-Leste (CHANCE-TL) telah menjangkau 7.639 anak di Kotamadya Baucau dan Viqueque dalam upaya memperkuat layanan gizi berbasis masyarakat dan mencegah malnutrisi pada anak.
Program tersebut dilaksanakan Pemerintah Timor-Leste bersama UNICEF dengan dukungan Pemerintah Britania Raya melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) senilai 600.000 euro.
Selain menjangkau ribuan anak, program tersebut meningkatkan kapasitas 112 kelompok dukungan ibu dan 86 tenaga kesehatan di Baucau dan Viqueque dalam memberikan konseling gizi, melakukan pemeriksaan rutin terhadap malnutrisi akut, mendukung rujukan untuk perawatan serta mempromosikan praktik pemberian makanan yang tepat bagi bayi dan anak.
Perwakilan UNICEF untuk Timor-Leste, Patrizia DiGiovanni, mengatakan CHANCE-TL dirancang tidak hanya untuk memberikan intervensi langsung kepada anak-anak, tetapi juga mencari pendekatan yang dapat memperkuat sistem penanganan masalah gizi dalam jangka panjang.
“Program ini bukan program nasional dan bukan untuk semua orang, karena yang kami lakukan bukan hanya menangani masalah, tetapi juga melihat bagaimana kami dapat melakukan sesuatu dengan cara yang sedikit berbeda. Apa yang kami lakukan di masyarakat? Bagaimana kami berhasil? Dan apa yang dapat kami lakukan secara berbeda?” kata Patrizia dalam wawancara di kantor PBB, Caicoli, Kamis ini.
Berita terkait : UNICEF : Separuh anak di dunia berisiko terpapar tiga bahaya iklim sekaligus
Menurutnya, dengan berakhirnya CHANCE-TL, UNICEF berharap berbagai pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan program dapat diintegrasikan ke dalam program reguler kementerian terkait.
Direktur Eksekutif Dewan Nasional Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dan Gizi Timor-Leste (KONSSANTIL), Comar Mendonça mengakui program ini menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat bagaimana bisa berkontribusi bagi anak-anak untuk mendapatkan makanan bernustrisi dan sesuai anjuran.
“Anak-anak jangan dibiarkan satu dibelakang, kita berharap proyek ini bisa ada kelanjutan dan terimakasih kita pada para pendonor sehingga bisa direalisasikan di Baucau dan Viqueque,” ucapnya.
Sementara itu, Health Adviser and Head of the Health Team Kedutaan Besar Britania Raya untuk Indonesia dan Timor-Leste, Julia Takahashi-Robertson, menilai CHANCE-TL telah menghasilkan capaian positif selama pelaksanaannya.
“Saya pikir hasilnya sangat baik. Kami berhasil menjangkau lebih dari 7.000 anak. Kami melatih 86 tenaga kesehatan dan bekerja dengan 112 ibu melalui kelompok dukungan ibu,” ujarnya.
Menurut Juli, salah satu aspek penting dari program tersebut adalah pendekatan berbasis masyarakat, yang memungkinkan program melibatkan perempuan dan anak sekaligus memahami kebutuhan mereka.
Program tersebut juga bekerja sama dengan pemerintah kotamadya sehingga intervensi tidak hanya dilakukan pada tingkat atas maupun masyarakat secara terpisah, tetapi menghubungkan berbagai tingkatan untuk meningkatkan kehidupan anak.
CHANCE-TL telah berakhir setelah dilaksanakan selama 36 bulan. FCDO saat ini belum berencana memperluas program tersebut ke kotamadya lain.
Meski demikian, Julia berharap hasil CHANCE-TL dapat menjadi dasar dan contoh bagi Pemerintah maupun mitra pembangunan lainnya untuk melanjutkan atau memperluas pendekatan serupa.
“Kami melihat program ini sebagai fondasi dan contoh yang dapat dikembangkan oleh pihak lain. Program ini dapat diperluas dengan dukungan negara lain atau juga dapat dilanjutkan oleh Kementerian Kesehatan,” katanya.
Program CHANCE-TL juga mendukung dialog nasional mengenai penguatan sistem pangan dan perbaikan pola makan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan, serta memperkuat mekanisme rujukan antara masyarakat dan layanan kesehatan. Program tersebut dilaksanakan oleh Timor Aid dan Alola Foundation bekerja sama dengan layanan kesehatan kotamadya dengan dukungan UNICEF.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina

