Timor-Leste dan Tanjung Verde persiapkan perjanjian kerja sama di berbagai bidang penting

DILI, 18 Agustus 2026 (TATOLI)—Timor-Leste dan Tanjung Verde mempersiapkan beberapa perjanjian kerja sama strategis bilateral yang memprioritaskan bidang pelatihan, pendidikan, hukum, reformasi administrasi, pertahanan, dan kebudayaan. Penyusunan perjanjian kerja sama strategis antara kedua negara dilakukan sebelum akhir tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, dan mitranya dari Tanjung Verde, Manuel Augusto Lima Amante da Rosa (Menteri Luar Negeri dan Masyarakat Tanjung Verde) dalam pertemuan bilateral di Dili di sela-sela Pertemuan Biasa ke-31 Dewan Menteri Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP), pada Selasa ini.
Menteri Bendito Freitas menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama masa depan yang dapat memenuhi kebutuhan Timor-Leste. Bidang-bidang tersebut meliputi pendidikan, perhotelan, pariwisata, pertahanan, dan pelatihan.
“Kami memanfaatkan momen penting ini untuk menyelenggarakan Pertemuan Biasa ke-31 Dewan Menteri CPLP di Timor-Leste, dengan kehadiran para menteri dari negara-negara sahabat, guna semakin memperkuat kemitraan dan hubungan strategis kami demi memberikan manfaat bagi negara kami,” demikian disampaikan Menteri Bendito di aula Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Tanjung Verde, Manuel Amante da Rosa, menilai bahwa pertemuan ini memungkinkan dilakukannya analisis terhadap berbagai peluang konkret untuk mempererat hubungan antara kedua negara.
Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak telah menetapkan bidang pelatihan, pendidikan, hukum, militer, dan budaya sebagai prioritas.
“Kami telah melakukan pembicaraan yang produktif dan membahas berbagai peluang untuk mempererat hubungan kami. Saya dan Menteri Bendito dari Timor-Leste telah sepakat untuk menuangkan segala hal yang telah kami bahas di bidang-bidang tersebut ke dalam bentuk tertulis,” ujarnya.
Menteri Manuel Amante da Rosa juga mengungkapkan bahwa Tanjung Verde berniat untuk melangkah maju dalam penyusunan perjanjian kerja sama strategis antara kedua negara sebelum akhir tahun ini.
“Kami juga harus mulai menyusun perjanjian kerja sama strategis antara Timor-Leste dan Tanjung Verde. Hal ini akan dilakukan bahkan sebelum akhir tahun ini, untuk menentukan bidang-bidang di mana kerja sama dapat terjalin, mengingat cakupan bidangnya yang beragam,” jelasnya.
Undangan kunjungan resmi
Pejabat Tanjung Verde tersebut juga mengumumkan bahwa setelah kembali ke negaranya, ia akan secara resmi mengundang mitranya dari Timor-Leste untuk melakukan kunjungan resmi ke Tanjung Verde. Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung antara akhir tahun 2026 atau pada awal tahun 2027.
“Saya membawa undangan khusus bagi mitra saya untuk melakukan kunjungan resmi ke Tanjung Verde. Saya berharap kunjungan ini dapat terlaksana pada akhir tahun ini atau pada tahun depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Perdana Menteri Tanjung Verde, Francisco Carvalho, kepada rakyat Timor-Leste. Ia menegaskan bahwa kedua negara merupakan mitra sekaligus sahabat, dan bahwa Tanjung Verde berniat memperdalam kerja sama bilateral serta proyek di wilayah masing-masing.
“Kami adalah mitra, kami adalah sahabat, dan kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan kerja sama kami berjalan sangat baik dan istimewa,” ujarnya.
Tim TATOLI

