Paus Leo kirim dukungan dana ke Kolombia yang dilanda gempa bumi

DILI, 14 Agustus 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV memberikan sumbangan dana sebagai bentuk dukungan darurat awal kepada keuskupan-keuskupan di Kolombia yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,4 pada hari Senin (10/08).
Paus Leo telah menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Kolombia yang terdampak parah akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat negara tersebut. Ungkapan kedekatan ini disampaikan dalam sambutannya pada Audiensi Umum hari Rabu, 12 Agustus, di mana beliau kembali menyampaikan belasungkawa dan doa bagi para korban, petugas penyelamat, serta seluruh rakyat Kolombia.
Solidaritas Paus juga diwujudkan secara nyata melalui bantuan dana darurat awal yang disalurkan oleh beliau lewat Dikasteri untuk Pelayanan Amal Kasih. Dana tersebut ditujukan bagi keuskupan-keuskupan yang terdampak gempa dan merupakan tindak lanjut dari diskusi antara Prefek Dikasteri tersebut, Uskup Agung Luis Marín de San Martín, Nunsiatur Apostolik, serta Konferensi Waligereja setempat.
Seruan Paus
Kemarin, saat tim Perlindungan Sipil dan layanan darurat lainnya menyisir reruntuhan bangunan serta gereja yang ambruk dan merilis perkiraan awal jumlah korban jiwa—lebih dari 200 orang menurut data terkini—Paus mengirimkan telegram yang menyatakan dukacita dan solidaritasnya bagi seluruh negeri.
Hari ini, dalam Audiensi Umum, Paus kembali menyatakan “solidaritas” terhadap “saudara-saudari kita di Kolombia yang terdampak oleh gempa bumi baru-baru ini, yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan materi yang luas.”
Selain memanjatkan doa kepada Tuhan “bagi kedamaian abadi mereka yang telah meninggal dunia,” Paus Leo juga meyakinkan para pendengarnya bahwa ia turut mendoakan para korban beserta keluarga mereka, serta “semua pihak yang telah dikerahkan dalam operasi penyelamatan dan pemberian bantuan.”
Bantuan darurat
Sebagaimana yang dilakukannya untuk Venezuela—yang juga dilanda gempa bumi dahsyat pada bulan Juni—Paus segera mengirimkan bantuan dana awal ke Kolombia sebagai wujud nyata solidaritas di masa darurat ini.
Dana sebesar €100.000 dikirimkan langsung ke Sekretariat Nasional untuk Pelayanan Pastoral Sosial – Caritas Kolombia, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi terpusat Gereja untuk pengumpulan dan penyaluran bantuan. Organisasi tersebut akan memastikan bahwa bantuan sampai ke keuskupan-keuskupan yang terdampak gempa bumi.
Berita terkait : Korban tewas gempa bumi di Kolombia bertambah jadi 265 orang
Jumlah tersebut telah disepakati bersama pihak penerima dan merupakan kontribusi awal yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak. Bantuan konkret lebih lanjut akan menyusul seiring dengan teridentifikasinya kebutuhan dan penyampaian informasi tersebut secara cepat kepada Dikasteri.
Dialog yang dimulai segera setelah bencana terjadi terus berlangsung antara Uskup Agung Luis Marín de San Martín—yang mengemban tugas sebagai “Apostolic Almoner” dan Presiden Konferensi Waligereja Kolombia, Kardinal Francisco Javier Múnera Correa, yang telah memberikan informasi terkini mengenai situasi di wilayah-wilayah terdampak.
Sementara itu, sebuah laporan sedang disusun untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan yang paling mendesak; langkah ini kembali dilakukan atas inisiatif Dikasteri untuk Pelayanan Amal Kasih. “Gereja adalah keluarga Allah,” ujar Prefek tersebut, “sebuah Gereja yang peduli terhadap penderitaan dan kebutuhan sesama, serta menanggapi situasi tersebut dengan semangat persaudaraan dan tindakan nyata yang efektif.”
Sebelumnya, melansir portal Anadolu menyebutkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Kolombia pada hari Senin (10/08) telah meningkat menjadi 265 orang.
Informasi penambahan data korban gempa tewas itu disampaikan langsung oleh Presiden Kolombia, Abelardo De La Espriella pada Rabu (12/08).
De La Espriella mengatakan setidaknya 3.494 orang terluka sementara 496 orang masih hilang. “Upaya kami difokuskan pada orang-orang yang hilang,” tambahnya.
Menurut penilaian kerusakan yang dirilis Rabu oleh Unit Nasional Penanggulangan Risiko Bencana (UNGRD), gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah dan infrastruktur publik. Dimana, sebanyak 9.215 rumah hancur, sementara 45.457 rumah lainnya mengalami kerusakan.
TATOLI kutip dari Vatikan News

