Mini Kebun Binatang Istana Kepresidenan jadi sarana edukasi lingkungan dan konservasi satwa liar

DILI, 05 Agustus 2026 (TATOLI) – Mini Kebun Binatang yang berada di kompleks Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, terus dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan untuk mendekatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, dengan alam sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan satwa liar dan pelestarian hutan.
Kepala Staf Kepresidenan Republik, Henriqueta da Silva, mengatakan kepada TATOLI bahwa keberadaan mini kebun binatang tersebut memiliki makna khusus seiring penyelenggaraan Dili International Marathon (DIM) 2026 yang mengusung tema “Cintai Hutan Kita dan Satwa Liar”.
Menurut Henriqueta, fasilitas tersebut dibangun sebagai media edukasi untuk mengajak masyarakat memahami bahwa satwa liar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem.

“Jika kita ingin melindungi satwa liar, maka kita harus mulai membangun kesadaran. Mini Kebun Binatang ini menunjukkan bahwa hewan adalah sahabat manusia dan hidup dalam ekosistem yang sama. Karena itu, kita harus melindungi mereka. Satwa dan hutan menjadikan lingkungan kita lebih indah dan sehat. Tanpa keduanya, dunia akan menjadi lebih miskin,” katanya.
Ia menegaskan satwa tidak boleh dipandang hanya sebagai objek hiburan atau daya tarik wisata, melainkan sebagai makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.
Henriqueta menjelaskan banyak satwa memberikan tanda-tanda alami yang dapat dipahami manusia. Sebagai contoh, burung merak melalui perilaku dan tariannya sering menjadi penanda datangnya hujan, sementara spesies lain juga memberikan sinyal mengenai kondisi alam melalui suara mereka.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa berbagai spesies satwa kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia, seperti perburuan liar dan deforestasi yang merusak habitat alami mereka.

“Kita harus mencintai satwa liar, terutama spesies endemik yang merupakan bagian dari kekayaan alam Timor-Leste. Banyak satwa menghilang atau berpindah habitat karena perburuan ilegal dan kerusakan hutan,” ujarnya.
Henriqueta menilai upaya perlindungan satwa liar harus dimulai melalui pendidikan dan penanaman rasa hormat terhadap kehidupan satwa sejak usia dini.
“Mereka juga memiliki keluarga seperti kita. Mereka membutuhkan makanan dan tempat tinggal. Karena itu, kita harus melindungi dan menghormati mereka sebagaimana kita melindungi keluarga sendiri,” tambahnya.
Saat ini, Mini Kebun Binatang Istana Kepresidenan menampung berbagai jenis satwa, di antaranya kuda, burung merak, burung nuri, rusa, dan biawak.
Henriqueta menjelaskan sebagian satwa berasal dari Indonesia, sementara lainnya merupakan hadiah dari masyarakat maupun berbagai pihak kepada Presiden Republik, José Ramos-Horta.

Ia menegaskan mini kebun binatang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat memamerkan satwa, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang memungkinkan generasi muda mengenal lebih dekat satwa liar serta memahami pentingnya konservasi alam.
Mini Kebun Binatang Istana Kepresidenan Nicolau Lobato sendiri diresmikan pada 23 September 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian satwa dan lingkungan di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

