Top

Timor-Leste siap jadi tuan rumah gelar sidang regional WHO Asia Tenggara 2026  

Perdana Menteri, Xanana Gusmão memimpin rapat Dewan Menteri yang digelar di kantor pemerintah, Dili, Rabu (05/08). Foto Portal Pemerintah

DILI, 05 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste terus mematangkan persiapan jadi tuan rumah penyelenggaraan Sidang ke-79 Komite Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Asia Tenggara (WHO South-East Asia Regional Committee/WHO-SEARO) yang akan berlangsung di Dili pada 07–10 September 2026.

Persiapan tersebut dipaparkan Menteri Kesehatan, Elia A. A. dos Reis Amaral, dalam rapat Dewan Menteri di Kantor Pemerintah, Dili.

Dalam pemaparannya, Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa Sidang Komite Regional WHO Asia Tenggara merupakan forum tata kelola kesehatan tertinggi WHO di kawasan Asia Tenggara yang mempertemukan negara-negara anggota untuk menetapkan arah kebijakan strategis, mengevaluasi kemajuan di bidang kesehatan masyarakat, serta menyetujui berbagai inisiatif kerja sama regional.

Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan sidang, termasuk memperkuat koordinasi antarlembaga serta menyiapkan aspek logistik, protokol, keamanan, dan dukungan teknis guna memastikan kelancaran penyambutan delegasi dari negara-negara anggota dan mitra internasional.

Penyelenggaraan forum regional WHO di Timor-Leste dinilai menjadi momentum penting bagi negara tersebut untuk memperkuat kerja sama kesehatan di kawasan Asia Tenggara sekaligus meningkatkan perannya dalam diplomasi kesehatan global.

Selain itu, pemerintah menilai kepercayaan menjadi tuan rumah sidang WHO-SEARO akan memperkuat citra Timor-Leste di tingkat internasional serta menunjukkan komitmen nasional dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

WHO South-East Asia Regional Committee (WHO-SEARO) merupakan badan pengambil kebijakan tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kawasan Asia Tenggara yang beranggotakan 11 negara, yakni Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Indonesia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Timor-Leste.

Komite ini menggelar sidang tahunan yang dihadiri para menteri kesehatan dan pejabat tinggi negara anggota untuk menetapkan arah kebijakan kesehatan regional, mengevaluasi kemajuan program kesehatan, membahas tantangan kesehatan lintas negara, serta mengesahkan berbagai resolusi dan inisiatif kerja sama

Keputusan yang dihasilkan menjadi pedoman bagi WHO dan negara-negara anggota dalam memperkuat sistem kesehatan, memperluas cakupan kesehatan semesta, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi darurat kesehatan, serta menangani penyakit menular maupun tidak menular di kawasan Asia Tenggara.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!