Top

Wakil PM Kalbuady dan Dubes China tandatangani perjanjian pelaksanaan dua proyek di Dili

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, dan Duta Besar China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, menandatangani perjanjian implementasi pelaksanaan dua proyek di Dili. Foto Media Kantor Wakil PM

DILI, 04 Agustus 2026 (TATOLI) – Wakil Perdana Menteri (PM) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, dan Duta Besar China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, menandatangani perjanjian implementasi pelaksanaan  dua proyek di Dili yaitu Renovasi Tanggul di Pesisir Pantai dan Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan Republik.

Kesepakatan yang ditandatangani pada Senin (03/08) itu, mencakup pelaksanaan implementasi Proyek Rehabilitasi Tanggul di Pesisir Pantai dan Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan, itu sebagai bagian dari kerja sama yang baik antara Timor-Leste dan Republik Rakyat China di bidang pembangunan infrastruktur untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ruang publik. Berdasarkan perjanjian, kedua proyek tersebut akan dimulai pada   Oktober 2026 ini.

Wakil PM Kalbuadi Lay menyatakan bahwa kesepakatan proyek ini telah ditandatangani tiga tahun lalu, yang mencakup tahap perancangan dan penelitian dengan dukungan penuh dari Pemerintah China serta di bawah arahan Perdana Menteri Xanana Gusmão. Kedua belah pihak, bersama dengan seluruh tenaga teknis, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian, termasuk meninjau area pantai mulai dari lokasi bekas Kedutaan Besar Malaysia hingga kawasan menara mercusuar, Farol.

Ia mengatakan bahwa berkat upaya bersama kedua belah pihak dalam merampungkan tahap persiapan serta penandatanganan kesepakatan tersebut, diharapkan pembangunan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Kesepakatan yang ditandatangani tersebut mencakup pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Tanggul Pesisir Pantai dan Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan, sebagai bagian dari kerja sama yang baik antara Timor-Leste dan Republik Rakyat Chinadi bidang pembangunan infrastruktur untuk membenahi dan meningkatkan kualitas ruang publik,” ujar Kalbuady.

Beliau juga menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi tersebut akan mencakup area antara bekas Kedutaan Besar Malaysia hingga menara mercusuar, Farol guna membantu memperkuat perlindungan pantai, meningkatkan upaya konservasi, serta menambah nilai ruang publik di kawasan tersebut.

Masterplan Proyek Tanggul Pesisir Pantai di kawasan Dili. Foto Spesial

Menurutnya, proyek rehabilitasi tanggul pesisir pantai akan memberikan kontribusi penting bagi peningkatan keselamatan, pelestarian, dan kualitas kawasan pesisir pantai, sementara Proyek Taman Bergaya China di Istana Kepresidenan akan menambah keindahan dan nilai lanskap di area Istana Kepresidenan, sebagai wujud persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.

Wakil PM itu juga menegaskan bahwa pembangunan proyek dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026, diawali dengan pekerjaan persiapan, dan pihak China menargetkan penyelesaian kedua proyek tersebut pada tahun 2028, sebelum Timor-Leste memegang keketuaan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2029.

“Rehabilitasi kawasan pesisir pantai ini akan memungkinkan kami untuk membenahi kawasan tersebut dan menciptakan ruang yang lebih menarik bagi masyarakat, khususnya kaum muda, guna menyediakan sarana yang lebih baik untuk bersantai dan berinteraksi sosial,” tegasnya.

Ia juga  mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah China terhadap pembangunan negara ini, serta berharap agar pelaksanaan kedua proyek tersebut dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi rakyat Timor-Leste.

Sementara itu, Dubes  Wang Wenli, menyatakan bahwa proyek-proyek ini mencerminkan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara. “Saya sangat senang dapat menandatangani perjanjian pelaksanaan proyek-proyek ini bersama Pemerintah Timor-Leste. Kami yakin hal ini akan memberikan manfaat bagi rakyat Timor,” ujar diplomat tersebut.

Perlu diketahui bahwa pada bulan Desember 2025, Pemerintah Timor-Leste dan China telah menandatangani perjanjian melalui pertukaran nota kesepahaman (MoU) di Dili terkait dua proyek tersebut.

Dokumen tersebut waktu itu juga ditandatangani oleh Duta Besar Wang Wenli dan Francisco Kalbuadi Lay, serta disaksikan oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!