Uni Eropa dan ILO perkuat kapasitas TL perluas perlindungan jaminan sosial

DILI, 03 Agustus 2026 (TATOLI) – Uni Eropa dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO/OIT) memperkuat kapasitas Timor-Leste dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja di sektor ekonomi informal, melalui program peningkatan kapasitas mengenai solusi administratif untuk perluasan cakupan jaminan sosial yang berlangsung pada 03–07 Agustus di JL World Hotel, Dili.
Program yang didanai Uni Eropa melalui proyek Strengthening Social Inclusion and Nutrition in Timor-Leste tersebut diikuti 30 peserta dari Institut Nasional Jaminan Sosial (Instituto Nacional de Segurança Social – INSS), berbagai kementerian, mitra pembangunan, organisasi pekerja, dan organisasi pengusaha.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan nasional dalam merancang dan menerapkan pendekatan administratif yang efektif untuk menjangkau pekerja yang selama ini belum tercakup dalam sistem jaminan sosial berbasis iuran.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, mengatakan pelatihan tersebut menjadi wadah bagi para pembuat kebijakan, tenaga teknis, dan praktisi untuk mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata.
“Perlindungan sosial merupakan hak asasi manusia dan pilar utama pekerjaan yang layak. Namun, 77 persen tenaga kerja Timor-Leste masih berada di sektor informal dan belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Memperluas cakupan perlindungan bagi kelompok ini merupakan prioritas nasional sesuai Strategi Nasional Perlindungan Sosial,” ujar Simrin Singh dalam sambutan pembukaan yang disampaikan secara virtual.
Ia menjelaskan bahwa selama lima hari pelatihan, peserta akan memperoleh materi dari Spesialis Perlindungan Sosial ILO di Bangkok, Carlos Andre Gama, dan pelatih dari International Training Centre of the ILO (ITC-ILO) di Turin, Elton Di Tommazi Maciel. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mempelajari praktik internasional, tetapi juga mengadaptasikannya agar sesuai dengan kondisi Timor-Leste.
Simrin Singh menambahkan keanggotaan Timor-Leste dalam International Social Security Association (ISSA), partisipasi INSS dalam Pertemuan Biro ISSA di Jenewa, serta keikutsertaan dalam Konferensi Asian Social Security Association di Singapura menunjukkan semakin kuatnya keterlibatan negara itu dalam komunitas jaminan sosial internasional.
“Namun, seluruh pencapaian tersebut hanya akan bermakna apabila pengetahuan global mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, mengatakan Uni Eropa akan terus mendukung upaya Timor-Leste membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Menurutnya, sistem perlindungan sosial yang kuat akan membantu melindungi pekerja dari guncangan ekonomi, memperkuat pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional.
“Semoga pelatihan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mendengar dan belajar, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan baru dan tindakan nyata yang dapat membawa perubahan bagi negara ini, meskipun dimulai dari langkah-langkah kecil,” ujar Thorsten Bargfrede.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua Dewan Administrasi INSS, Zeferino da Costa Bobo, serta dukungan para pakar dari ITC-ILO di Turin dan Kantor ILO Bangkok yang berbagi praktik-praktik terbaik internasional kepada para peserta.
Dilain pihak, Ketua Dewan Administrasi INSS, Zeferino da Costa Bobo, mengatakan perluasan perlindungan sosial menjadi sangat penting karena sebagian besar tenaga kerja Timor-Leste masih bekerja di sektor ekonomi informal, seperti pelaku usaha mikro, pekerja mandiri, petani, nelayan, pedagang kecil, pekerja rumah tangga, pekerja konstruksi, dan kelompok rentan lainnya yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial secara memadai.
Menurutnya, Strategi Nasional Perlindungan Sosial 2021–2030 menempatkan perluasan cakupan perlindungan sosial bagi kelompok yang belum terjangkau sebagai salah satu prioritas nasional untuk mewujudkan perlindungan sosial universal.
“Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengelola sistem jaminan sosial berbasis iuran, INSS berkomitmen meningkatkan akses layanan serta mengembangkan pendekatan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pekerja sektor ekonomi informal di Timor-Leste,” katanya.
Zeferino berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas INSS dan lembaga mitra dalam merancang solusi administratif yang efektif, termasuk penyempurnaan sistem pendaftaran peserta, mekanisme pembayaran iuran, komunikasi publik, serta peningkatan partisipasi pekerja sektor informal dalam sistem jaminan sosial nasional.
Pelatihan ini mengadopsi Pedoman ISSA tentang Solusi Administratif untuk Perluasan Cakupan Perlindungan Sosial dengan fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan, penyempurnaan sistem registrasi dan pengumpulan iuran, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta pengembangan solusi inovatif bagi kelompok pekerja yang belum tercakup dalam skema jaminan sosial berbasis kontribusi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

