Top

MPRM dan Fugro Singapore Marine tandatangani perjanjian terkait heavy geotechnical 

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro dan Direktur Regional Fugro untuk Bisnis Karakterisasi Maritim di Asia-Pasifik, Safri Drahman menandatangani perjanjian terkait Heavy Geotechnical Investigation dan Light Geotechnical Investigation di di Kantor Kementerian MPRM, Farol. Foto MPRM

DILI, 24 September (TATOLI)—Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) dan Perusahaan Fugro Singapore Marine Pte. Lte,  menandatangani perjanjian terkait  Heavy Geotechnical Investigation dan  Light Geotechnical Investigation  guna memfasilitasi upaya Pemerintah Timor-Leste untuk membawa jalur pipa proyek Greater Sunrise dan Bayu Undang ke Timor-Leste.

Penandatangan perjanjian tersebut dilakukan oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro dan Direktur Regional Fugro untuk Bisnis Karakterisasi Maritim di Asia-Pasifik (APAC), Safri Drahman di Kantor Kementerian MPRM, Farol, Kamis ini.

Menteri Francisco mengatakan bahwa kedua kontrak tersebut mencakup layanan investigasi geoteknik di laut, termasuk pengambilan sampel dari dasar laut untuk keperluan analisis laboratorium di lokasi tempat pipa akan dipasang.

“Layanan ini membutuhkan peralatan dan kapal khusus karena investigasi akan dilakukan di wilayah perairan,” ujar Menteri Francisco.

Ia mengatakan bahwa kontrak tersebut diperoleh melalui proses pengadaan yang dipimpin oleh Komisi Pengadaan Nasional (CNA), bersama tim MPRM, untuk memilih perusahaan yang memiliki kapasitas dalam melaksanakan layanan tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa MPRM telah menandatangani kontrak dengan Fugro untuk layanan geofisika pada awal tahun 2026, dan layanan geofisika tersebut akan dimulai pada bulan November.

Meskipun pekerjaan geoteknik baru akan dimulai pada Februari 2027, pelaksanaan keseluruhan proses akuisisi data tersebut akan memakan waktu sekitar satu tahun.

Di tempat yang sama, Direktur Regional Fugro untuk Bisnis Karakterisasi Maritim di Asia-Pasifik (APAC), Safri Drahman  menyatakan bahwa Fugro dan mitra pemerintah telah mencapai kesepakatan serta menandatangani kontrak kedua untuk layanan survei teknis dan survei di masa mendatang.

Sebelumnya, kontrak pertama untuk survei geofisika juga telah ditandatangani pada awal tahun 2026. Dalam proyek ini, Fugro akan menggunakan teknologi baru untuk pengeboran dasar laut guna melaksanakan pekerjaan teknis di wilayah dengan kedalaman air lebih dari 3.000 meter.

Ia menegaskan bahwa proyek tersebut akan dimulai pada November 2026 dengan survei geofisika, kemudian dilanjutkan dengan survei geoteknik pada awal 2027. Proses akuisisi data di seluruh area tersebut akan memakan waktu hampir satu tahun untuk diselesaikan.

“Kami juga berkomitmen bahwa layanan ini akan dilaksanakan secara profesional, aman, dan bertanggung jawab, dengan memberikan perhatian besar terhadap perlindungan lingkungan laut selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!