Pembentukan BNDTL tunggu pengesahan UU sistem keuangan dan perbankan

DILI, 03 Agustus 2026 (TATOLI) – Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) menyatakan pembentukan Bank Nasional Pembangunan Timor-Leste (BNDTL) masih menunggu pengesahan Undang-Undang tentang Rezim Umum Sistem Keuangan dan Kegiatan Perbankan oleh Presiden Republik sebelum proses pendirian bank tersebut dapat dilanjutkan.
Gubernur BCTL, Helder Lopes, mengatakan Rancangan Undang-Undang tentang Rezim Umum Sistem Keuangan dan Kegiatan Perbankan telah disetujui oleh Parlemen Nasional. Setelah undang-undang tersebut disahkan Presiden Republik, pemerintah dapat mengajukan permohonan resmi kepada BCTL untuk memperoleh izin pendirian BNDTL.
“Undang-undangnya sudah disetujui. Modal awal juga telah dialokasikan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kami juga mengikuti proses yang dilakukan pemerintah, termasuk perekrutan sumber daya manusia untuk BNDTL. Saat pemerintah mengajukan permohonan kepada BCTL, kami akan memfasilitasi proses perizinannya agar bank pembangunan ini dapat segera didirikan,” kata Helder Lopes di Kementerian Keuangan, Dili, Senin.
Ia berharap kehadiran BNDTL dapat memperluas akses pembiayaan sehingga mendorong transformasi ekonomi nasional.
Menurut Helder, saat ini BCTL hanya menunggu tahapan yang sedang dijalankan pemerintah. Setelah permohonan diajukan, bank sentral akan melakukan penilaian terhadap seluruh persyaratan sebelum menerbitkan izin operasional.
“BCTL akan memeriksa apakah seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum memberikan lisensi,” ujarnya.
Helder menjelaskan bahwa dalam proses pemberian izin pendirian bank, BCTL biasanya menilai sejumlah aspek, termasuk kecukupan modal, struktur kepemilikan, pihak yang akan mengelola bank, serta rencana bisnis yang diajukan.
Namun, untuk BNDTL, pemerintah telah menyiapkan modal yang diperlukan sehingga koordinasi antara pemerintah dan BCTL lebih difokuskan pada pemenuhan persyaratan administratif dan regulasi.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah karena pembentukan BNDTL merupakan program negara yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak terkait,” katanya.
Sebelumnya, pada 08 Juli 2026, Ketua Komisi C Parlemen Nasional yang membidangi Keuangan Publik, Cedelízia Faria dos Santos, mengatakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Nomor 22/VI(2a) tentang Rezim Umum Sistem Keuangan dan Kegiatan Perbankan akan memberikan dasar hukum bagi pemerintah untuk melanjutkan seluruh proses pembentukan BNDTL.
Menurut Cedelízia, regulasi baru tersebut penting karena selama ini sistem keuangan dan kegiatan perbankan di Timor-Leste masih mengacu pada regulasi peninggalan UNTAET. Undang-undang baru itu mengatur berbagai aspek penting, termasuk pencegahan pencucian uang, pemberantasan uang palsu, tata kelola sistem perbankan.
Sebelumnya, pada 30 Juli 2025, Pemerintah Timor-Leste melalui rapat Dewan Menteri telah menyetujui pembentukan Bank Pembangunan Nasional Timor-Leste (BNDTL – Banco Nacional de Desenvolvimento de Timor-Leste, SA) dengan alokasi modal awal sebesar $30 juta dolar, yang seluruhnya akan disetorkan oleh negara.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

