DILI, 04 Mei 2026 (TATOLI) — International Finance Corporation (IFC) menegaskan pentingnya akses terhadap pembiayaan, informasi, dan jaringan bagi perempuan pengusaha di Timor-Leste guna mendorong pertumbuhan usaha serta memperkuat ekonomi nasional yang inklusif.
Regional Manager FIG Advisory/Upstream East Asia and the Pacific IFC, Christina Ongoma, mengatakan bahwa meskipun perempuan pengusaha di Timor-Leste menunjukkan determinasi tinggi dalam membangun bisnis, banyak yang masih menghadapi berbagai hambatan struktural.
“Perempuan pengusaha di Timor-Leste membangun bisnis dengan tekad luar biasa, namun masih menghadapi kendala akses pembiayaan, yang sering diperparah oleh keterbatasan informasi bisnis dan keuangan serta koneksi dengan lembaga keuangan,” ujarnya dalam peluncuran Timor-Leste Women in Business Awards 2026 di Istana Kepresidenan, Dili, Senin ini.
Menurut Christina, penghargaan tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan meningkatkan visibilitas perempuan pengusaha serta memperluas akses mereka terhadap pengetahuan dan jaringan.
“Dengan merayakan keberhasilan mereka dan memperkuat akses terhadap pengetahuan serta jaringan, penghargaan ini dapat membantu usaha milik perempuan berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perempuan di seluruh Timor-Leste, mulai dari Dili hingga berbagai munisipalitas, memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan terhadap keluarga, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, termasuk keterbatasan akses terhadap pembiayaan, keterampilan, jaringan usaha, serta visibilitas di pasar. Oleh karena itu, Women in Business Awards tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga platform untuk mengangkat suara perempuan dan mendorong partisipasi mereka dalam sektor ekonomi.
Christina menambahkan bahwa penghargaan ini juga memberikan dampak nyata bagi para penerima sebelumnya, antara lain peningkatan kepercayaan diri, perluasan jaringan bisnis, terbentuknya kemitraan baru, serta akses terhadap peluang usaha yang lebih luas.
“Di IFC, kami percaya bahwa berinvestasi pada perempuan adalah langkah ekonomi yang cerdas. Ketika perempuan berkembang, bisnis tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” tegasnya.
IFC bersama mitra, termasuk Associação Empresarial das Mulheres de Timor-Leste (AEMTL), serta Pemerintah Australia dan Selandia Baru, terus berkomitmen mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui berbagai program, termasuk penguatan sektor keuangan dan peningkatan kapasitas usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Christina juga mengajak para perempuan pengusaha, profesional, serta organisasi yang mendukung pemberdayaan perempuan untuk berpartisipasi dalam Women in Business Awards 2026 dengan membagikan kisah dan pengalaman mereka.
Ia menekankan bahwa penghargaan ini merupakan platform penting untuk mengakui keunggulan, memperkuat suara perempuan, serta menginspirasi generasi pemimpin perempuan berikutnya di Timor-Leste.
Sebagai bagian dari World Bank Group, IFC merupakan lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di negara berkembang dan beroperasi di lebih dari 100 negara. Pada tahun fiskal 2025, IFC mencatat komitmen pembiayaan sebesar US$71,7 miliar untuk mendukung perusahaan dan lembaga keuangan di negara berkembang.
Melalui inisiatif ini, IFC berharap dapat terus memperkuat peran perempuan dalam ekonomi serta menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




