iklan

INTERNASIONAL

Vatikan namai empat Asteroid dengan nama tokoh bersejarah, termasuk Paus Leo XIII

Vatikan namai empat Asteroid dengan nama tokoh bersejarah, termasuk Paus Leo XIII

Vatican Observatory. Foto Vatikan News

DILI, 04 Mei 2026 (TATOLI) — Vatican Observatory mengumumkan penamaan empat asteroid baru untuk menghormati tokoh-tokoh penting dalam sejarah lembaga tersebut, termasuk Pope Leo XIII yang dikenal berperan dalam menghidupkan kembali observatorium pada akhir abad ke-19.

Dalam siaran pers yang dirilis pada 29 April, disebutkan bahwa keempat asteroid tersebut ditemukan oleh astronom asal Lituania Kazimieras Černis bersama astronom Vatikan, Pastor Richard P. Boyle, menggunakan teleskop Vatican Advanced Technology Telescope (VATT) yang berlokasi di Arizona, Amerika Serikat.

Dikutip dari Vatican News, empat asteroid yang dinamai tersebut adalah “(858334) Gioacchinopecci”, “(836955) Lais”, “(836275) Pietromaffi”, dan “(688696) Bertiau”. Nama-nama ini telah diumumkan secara resmi dalam buletin Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN) dari International Astronomical Union.

Asteroid “Gioacchinopecci” secara khusus diberikan untuk menghormati Paus Leo XIII, yang memiliki nama baptis Gioacchino Pecci. Ia dikenal sebagai tokoh yang mendirikan kembali Observatorium Vatikan pada tahun 1891 setelah kehilangan wilayah kepausan, sekaligus menegaskan dukungan Gereja terhadap ilmu pengetahuan modern.

Sementara itu, tiga asteroid lainnya dinamai berdasarkan tokoh penting dalam sejarah observatorium, yakni Pastor Giuseppe Lais, Kardinal Pietro Maffi, dan Pastor Florent Constant Bertiau, yang masing-masing berkontribusi dalam pengembangan penelitian astronomi dan kemajuan ilmu pengetahuan di Vatikan.

Dalam pernyataannya, Observatorium Vatikan menegaskan bahwa penamaan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Gereja Katolik dalam mendukung ilmu pengetahuan.

Hal ini sejalan dengan dokumen “Ut Mysticam” yang dikeluarkan oleh Paus Leo XIII pada tahun 1891, yang menekankan bahwa Gereja mendorong dan mempromosikan “ilmu pengetahuan yang benar dan kokoh”.

Observatorium juga menjelaskan bahwa penamaan asteroid dilakukan melalui proses ilmiah yang ketat. Setelah orbit asteroid ditentukan secara akurat dan diberi nomor permanen, para penemunya dapat mengusulkan nama yang kemudian ditinjau oleh International Astronomical Union sesuai pedoman yang berlaku.

Penemuan dan penamaan asteroid ini menjadi simbol penting hubungan harmonis antara iman dan sains, sekaligus melanjutkan warisan intelektual yang telah dibangun oleh Vatikan selama lebih dari satu abad.

Tentang Paus Leo XIII

Paus Leo XIII. Foto Britannica

Pope Leo XIII adalah salah satu Paus paling berpengaruh dalam sejarah modern Gereja Katolik yang menjabat dari tahun 1878 hingga 1903. Lahir dengan nama Gioacchino Pecci di Italia, ia dikenal sebagai pelopor ajaran sosial Gereja melalui ensiklik Rerum Novarum yang menyoroti hak pekerja, keadilan sosial, dan keseimbangan antara kapitalisme dan perlindungan terhadap kaum buruh.

Selain itu, ia berperan penting dalam membuka dialog antara Gereja dan dunia modern, termasuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dengan menghidupkan kembali Vatican Observatory.

Paus Leo XIII juga mendorong pendidikan, penelitian, serta pemikiran filsafat, khususnya ajaran Thomas Aquinas, sebagai dasar intelektual Gereja. Kepemimpinannya berlangsung di tengah perubahan besar dunia, namun ia berhasil membangun pendekatan yang lebih terbuka dan rasional, sehingga meninggalkan warisan penting dalam hubungan antara iman, ilmu pengetahuan, dan keadilan sosial yang masih relevan hingga saat ini.

Melansir CNN News,  Asteroid adalah salah satu benda angkasa yang bisa terlihat dari langit, sama seperti bulan dan bintang. Banyak juga yang mengatakan asteroid merupakan planet minor atau planetoid.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!