DILI, 04 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa akses terhadap peluang dan pasar menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan perempuan di sektor usaha serta memperkuat pembangunan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran Timor-Leste Women in Business Awards 2026, yang menurutnya menjadi momentum penting untuk mengakui peran perempuan sebagai penggerak ekonomi di berbagai sektor.
“Kadang kita terlalu fokus pada peningkatan kapasitas, padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah akses terhadap peluang dan pasar. Jika itu tersedia, mereka mampu berkembang dengan sendirinya,” ujar Presiden Republik dalam pidatonya.
Ramos-Horta menekankan bahwa perempuan Timor-Leste telah menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong inovasi, baik di ibu kota Dili maupun di seluruh wilayah munisipalitas.
Ia mencontohkan keberhasilan inisiatif budidaya bunga di wilayah Aileu, Maubisse, dan Letefoho, yang kini berkembang menjadi usaha produktif dengan dukungan pemerintah. Presiden Ramos-Horta bahkan menyatakan bahwa Istana Kepresidenana secara konsisten membeli bunga dari produsen lokal sebagai bentuk dukungan terhadap usaha perempuan.
“Kita harus memastikan mereka memiliki pasar yang berkelanjutan. Saya juga akan mendorong pemerintah untuk membeli produk mereka agar usaha ini terus berkembang,” katanya.
Selain sektor usaha, Presiden Ramos-Horta juga menyoroti peran penting perempuan dalam kehidupan sosial dan keluarga, termasuk dalam mengelola keuangan rumah tangga serta mendukung pendidikan anak-anak.
Menurutnya, perempuan juga semakin menunjukkan kemajuan dalam bidang pendidikan, termasuk di sektor-sektor strategis seperti ilmu kedokteran dan bidang teknis yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan negara.
Ramos-Horta menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya soal keadilan sosial, tetapi juga merupakan kunci utama bagi kemajuan Timor-Leste.
“Jika kita membuka akses perempuan terhadap keuangan, pendidikan, dan peluang usaha, maka kita memperkuat ekonomi nasional secara keseluruhan,” ujarnya.
Presiden Ramos-Horta juga mengapresiasi peran berbagai mitra pembangunan, termasuk International Finance Corporation (IFC), Associação Empresarial das Mulheres de Timor-Leste, serta Banco Central de Timor-Leste, yang terus mendukung penguatan peran perempuan melalui program pengembangan sektor keuangan.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama di wilayah pedesaan, seperti keterbatasan akses pasar akibat infrastruktur yang belum memadai.
“Tanpa jalan, transportasi, dan sistem logistik yang baik, para produsen tidak dapat menjual produk mereka secara efektif. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi sangat penting,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, Ramos-Horta mengajak seluruh perempuan pengusaha untuk terus berani berinovasi dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
“Kami bangga atas kontribusi perempuan Timor-Leste. Peran Anda sangat penting bagi masa depan negara ini,” pungkasnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




