DILI, 01 Mei 2026 (TATOLI) — Ketua Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL), Jorge Serrano, menegaskan bahwa pekerja merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan Timor-Leste, seiring peringatan Hari Buruh Sedunia yang diperingati setiap 01 Mei.
Dalam keterangannya, Jorge menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pekerja Timor-Leste, baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri, serta menekankan pentingnya peran mereka dalam pembangunan nasional.
“Jika tidak ada pekerja, tidak akan ada perusahaan. Jika tidak ada pekerja, tidak akan ada pembangunan. Negara yang kuat dan perusahaan yang besar lahir dari kontribusi para pekerja,” ujar Jorge di Akait, Dili, Jumat ini.
Ia menjelaskan bahwa Hari Buruh Sedunia menjadi momentum untuk menghormati pekerja sebagai pahlawan pembangunan, sekaligus merefleksikan hak-hak pekerja, memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik, serta menghargai kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, meskipun perkembangan teknologi modern telah menghadirkan penggunaan mesin dan otomatisasi dalam dunia kerja, peran manusia tetap tidak tergantikan. Ia menilai bahwa manusia bekerja dengan akal dan hati, sesuatu yang tidak dimiliki oleh mesin.
“Mesin dan robot tidak memiliki hati. Karena itu, kontribusi manusia tetap menjadi yang utama dalam pembangunan,” katanya.
Jorge Serrano juga menyoroti kontribusi pekerja Timor-Leste yang bekerja di dalam maupun luar negeri dalam mendorong kemajuan negara. Ia menilai bahwa perkembangan yang dirasakan saat ini merupakan hasil dari kerja keras para pekerja di berbagai sektor.
Terkait upah minimum, ia menyampaikan bahwa CCI-TL sebelumnya telah terlibat dalam pembahasan di Dewan Buruh Nasional dan mengajukan usulan terkait penyesuaian upah minimum.
“Upah minimum antara US$150 hingga US$200 tidak menjadi masalah bagi kami. Namun, perlu ada penyesuaian dalam undang-undang ketenagakerjaan agar sesuai dengan kondisi saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembaruan regulasi ketenagakerjaan penting untuk memastikan keseimbangan antara hak pengusaha dan pekerja, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
Selain itu, Jorge Serrano juga mengingatkan para pengusaha agar tidak mengeksploitasi pekerja, serta memperhatikan jam kerja, waktu istirahat, dan martabat pekerja.
“Pekerja adalah aset perusahaan, kita harus menghargai mereka dengan baik,” tegasnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




