DILI, 23 Maret 2026 (TATOLI)—Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi mencapai 5% pada tahun 2026, meskipun masih dipengaruhi oleh berbagai risiko eksternal global.
Proyeksi tersebut disampaikan dalam peluncuran Laporan Kinerja Ekonomi Timor-Leste 2025 yang digelar di Pusat Konvensi Dili (CCD), Senin ini, sekaligus menjadi forum dialog antara pemerintah dan sektor swasta.
Gubernur BCTL, Heldér Lopes, menjelaskan bahwa laporan ini bertujuan memberikan informasi komprehensif kepada publik mengenai perkembangan ekonomi nasional serta mengevaluasi kinerja ekonomi tahun 2025 berdasarkan target yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah menetapkan lima target utama dalam pembangunan ekonomi selama periode lima tahun, yakni pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen per tahun, inflasi di bawah 4 persen, peningkatan investasi sektor swasta sebesar 10 persen per tahun, peningkatan penerimaan domestik hingga 15 persen pada 2028, serta penciptaan lapangan kerja yang luas bagi generasi muda.
“Untuk mendukung target tersebut, BCTL mengusung tiga strategi utama, yaitu memperluas pasar kredit guna mendorong sektor swasta, mempromosikan digitalisasi layanan keuangan, serta meningkatkan inklusi keuangan agar seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan finansial,” ujar Heldér Lopes.
Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Timor-Leste pada 2025 diperkirakan mencapai 4,6 persen, menunjukkan pemulihan dan ketahanan ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk 2026, pertumbuhan diproyeksikan dapat mencapai kisaran target 5 persen.
“Meskipun begitu kita tetap bergantung pada dinamika global, termasuk fluktuasi harga minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah,” ucapnya.
Heldér Lopes menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 didukung oleh tiga faktor utama, yakni ekspansi fiskal melalui peningkatan belanja negara, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang dipengaruhi oleh transfer publik, serta kontribusi moderat dari sektor swasta yang mencatat pertumbuhan lebih dari 8 persen.
Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa ekonomi Timor-Leste masih menghadapi tantangan, termasuk pengalaman resesi yang terjadi beberapa kali sejak 2022 akibat impasse politik dan faktor eksternal. Oleh karena itu, stabilitas politik dinilai penting untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Ekonomi kita mulai pulih dan menunjukkan ketahanan, namun kita harus menghindari kebuntuan politik agar tidak menghambat pertumbuhan,” katanya.
Secara keseluruhan, ukuran ekonomi Timor-Leste terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih berada di bawah US$2 miliar. Pendapatan per kapita pada 2025 juga mengalami peningkatan hingga sekitar US$1.298, namun masih relatif rendah dibandingkan negara-negara di kawasan ASEAN.
Heldér Lopes menegaskan bahwa meskipun ekonomi nasional masih tergolong kecil, tren pertumbuhan yang positif menunjukkan bahwa Timor-Leste berada di jalur yang tepat menuju pembangunan ekonomi yang lebih kuat.
Sementara itu, Perdana Menteri, Xanana Gusmão, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran laporan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada peran negara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan sektor swasta.
“Kita ingin membangun ekonomi yang tidak hanya digerakkan oleh negara, tetapi juga oleh energi, inisiatif, dan investasi dari seluruh rakyat,” ujar PM Xanana.
Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas, rekonsiliasi, serta pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, termasuk melalui pembentukan Dana Perminyakan sejak 2005 yang dikelola secara profesional oleh Bank Sentral.
Menurutnya, sejak meraih stabilitas, Timor-Leste telah mampu menyusun rencana pembangunan jangka panjang, termasuk melalui Rencana Strategis Pembangunan 2011–2030 yang berfokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis Timor-Leste dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi menuju negara berpendapatan menengah di masa depan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




