iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor – Leste kutuk serangan Iran terhadap negara Timur Tengah

Timor – Leste kutuk serangan Iran terhadap negara Timur Tengah

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 02 Maret 2026 (TATOLI)—  Timor-Leste menyatakan sikap resmi dengan mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Timur Tengah.

Pernyataan tegas Timor-Leste itu disampaikan oleh Presiden Republik, Jose Ramos-Horta dalam siaran pers yang dikeluarkan terkait meningkatnya perang di Timur Tengah. Dalam siaran pers itu juga menyatakan bahwa pernyataan Presiden Ramos-Horta tersebut juga didukung oleh Perdana Menteri (Kay Rala Xanana Gusmão).

Dalam pernyataan resmi yang diakses Tatoli dari Laman Resmi Kepresidenan Republik menyatakan, “Kami mengutuk serangan Iran terhadap Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi. Negara-negara yang diserang Iran ini telah dengan jelas dan tegas menentang penggunaan wilayah dan ruang udara mereka untuk operasi militer melawan Iran. Namun rezim Iran memilih untuk menyerang mereka, membahayakan nyawa warga sipil di negara-negara yang tidak berpartisipasi dalam serangan terhadap mereka,” demikian pernyataan Kepala Negara.

Selain itu, Kepala Negara Timor-Leste juga dalam pernyataan itu menyatakan, negara-negara ini telah membuktikan diri berkomitmen untuk mencari solusi damai di kawasan dan sekitarnya, termasuk memimpin upaya dalam mencari solusi dua negara untuk Israel dan Palestina serta mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Berita terkait : MNEC konfirmasi WNTL di Timur Tengah dalam kondisi baik

“Mereka (Negara Timur Tengah) juga merupakan pemain kunci dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara global. Serangan terhadap mereka berisiko melemahkan upaya-upaya tersebut, dan dalam prosesnya melemahkan perjuangan Palestina. Hal ini menyebabkan lebih dari 70.000 warga Palestina, perempuan dan anak-anak, kini diakui telah tewas dalam konflik mengerikan tersebut,” katanya.

“Kami juga menyerukan pengekangan dan penghentian kampanye militer terhadap Iran. Serangan AS dan Israel terhadap negara yang tidak memiliki senjata nuklir, dan pembunuhan pemimpin spiritual Iran, jelas melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Hukum Internasional. Tidak ada argumen yang jelas untuk membela diri dan tidak ada bukti ancaman langsung terhadap mereka,” kata Presiden Republik dalam pernyataannya.

Dialog dan diplomasi yang dilakukan oleh Oman menunjukkan kemajuan yang signifikan. Serangan ini sama sekali tidak dapat dibenarkan. “Kami menyadari bahwa rakyat Iran yang tidak bersalah telah menanggung penindasan selama beberapa dekade oleh rezim teokratis dan telah menderita akibat sanksi yang dikenakan pada negara tersebut,” paparnya.

“Oleh karena itu, pada tanggal 06 Februari 2026, saya adalah penandatangan pertama pernyataan bersama lebih dari 100 peraih Nobel di seluruh dunia yang menuntut diakhirinya penangkapan dan eksekusi terhadap warga Iran yang menuntut kebebasan dan demokrasi. Namun, serangan AS dan Israel terhadap Iran hanya akan menyebabkan penderitaan lebih lanjut bagi rakyat Iran seperti yang telah terjadi di Gaza,” katanya dalam pernyataan itu.

Dikatakan, taktik ini menetapkan preseden yang mengkhawatirkan di mana negara-negara yang lebih mampu secara militer terlibat dalam pelanggaran hukum internasional secara konsisten, taktik ini juga menetapkan doktrin yang tidak dapat diprediksi, tidak konsisten, dan sangat personal untuk urusan internasional. Hal ini hanya akan mendorong negara lain untuk bertindak dengan cara yang sama.

“Jadi, kami di Timor-Leste selalu mengakui perlunya dialog dan rekonsiliasi sebagai satu-satunya jalan menuju stabilitas dan masa depan yang lebih baik. Kami sangat mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan dan memanfaatkan semua peluang untuk meredakan ketegangan,” demikian pernyataan Presiden Ramos-Horta.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!