iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

MNEC konfirmasi WNTL di Timur Tengah dalam kondisi baik

MNEC konfirmasi WNTL di Timur Tengah dalam kondisi baik

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas. Foto Tatoli

DILI, 02 Maret 2026 (TATOLI)— Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEK), Bendito dos Santos Freitas, menegaskan bahwa meskipun perang di Timur Tengah sedang memanas antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, namun kondisi warga negara Timor-Leste (WNTL) di negara tersebut dalam kondisi baik.

“Sekarang kita melihat senjata nuklir terus diluncurkan diatas awan. Semua negara di dunia sangat prihatin tentang bagaimana melindungi warga negara mereka. Satu-satunya imbauan adalah agar semua warga negara tidak keluar rumah dan terus mengikuti informasi dari Kementerian Luar Negeri masing-masing negara. Ada juga bandara, hotel, tetapi semuanya dalam kondisi baik,” kata Menteri Bendito menjawab wartawan mengenai kondisi WNTL yang saat ini ada di Timur Tengah, berkaitan dengan perang yang saat ini sedang memanas di wilayah tersebut.

Kepada wartawan usai acara penyerahan surat kepercayaan Duta Besar  Korea yang baru untuk  Timor-Leste, CHANG Hayeon kepada Presiden Republik, Jose Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairru Pite, Senin ini, Menteri Bendito menekankan bahwa, dalam waktu dekat, Kepala Negara José Ramos-Horta juga akan mengeluarkan pernyataan mengenai posisi Timor-Leste terkait situasi di Timur Tengah tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, terus menjalin kontak dengan negara-negara tempat warga Timor-Leste berada untuk memantau situasi.

Israel dan AS menyerang Iran

Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada hari Sabtu (28/02) setelah operasi militer besar-besaran AS kembali memicu konfrontasi di Timur Tengah dan semakin mengurangi peluang solusi diplomatik untuk sengketa nuklir Teheran dengan Barat.

Dimana, saling serang ini diawali serangan AS dan Israel yang diberi nama Epic Fury ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.

Sementara itu, dalam laporan Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), bahwa Militer Israel mengumumkan telah menyerang ‘jantung Teheran’, Iran, untuk pertama kalinya sejak serangan AS-Israel terbaru dimulai. Sejumlah ledakan keras terdengar di Teheran.

Dilansir Al-Jazeera, pernyataan yang dipublikasikan di Telegram itu mengklaim targetnya adalah situs-situs pemerintah Iran. Israel menambahkan selama sehari terakhir serangan tersebut bertujuan untuk membangun superioritas udara dan membuka jalan menuju Teheran.

Kepulan asap besar terlihat membubung dari Teheran. Kantor berita IRNA milik pemerintah Iran juga melaporkan suara ‘ledakan dahsyat’ yang disebabkan oleh serangan rudal terjadi di Teheran, tepatnya di daerah sekitar persimpangan Seyyed Khandan dan Qasr, serta Lapangan Vanak dan Jalan Motahari.

Reporter  : Hortencio Sanchez (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor        : Cancio Ximenes

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!