DILI, 26 Februari 2026 (TATOLI) – Timor-Leste melalui Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) mencatat, tahun 2025, remitansi dari para pekerja Timor-Leste yang bekerja di Korea Selatan, Australia, Irlandia, Inggris Raya, dan negara-negara lain sebesar $188 juta.
Remitansi ini adalah uang yang dihasilkan oleh warga negara kita yang bekerja di luar negeri,” kata Gubernur BCTL, Helder Lopes, kepada wartawan usa menghadiri sidang dengar pendapat dengan Komisi D yang menangani Urusan Ekonomi dan Pembangunan di Parlemen Nasional, Kamis ini.
Dijelaskan, remitansi tahun 2025 menurun dibandingkan pada tahun 2024. “ Mungkin ini terjadi, karena teman-teman kita dari Australia sedang berlibur di Timor-Leste. Jadi, saat mereka datang di Timor-Leste membawa uang tunai, sehingga sistem tidak bisa mendeteksi. Karena, mereka tidak melakukan transaksi tranfer melalui bank,” jelas Helder.
Sebelumnya, Direktur Nasional Ketenagakerjaan Luar Negeri SEFOPE, João Correia Pereira, mengatakan pada tahun 2025 Timor-Leste menerima remitansi sebesar lebih dari 15 juta dolar AS dari para pekerja migran Timor-Leste yang bekerja di Australia dan Korea Selatan (Korsel) melalui program Sekretariat Negara untuk Pelatihan Kejuruan dan Professional (SEFOPE).
Direktur João Correia Pereira, mengatakan bahwa manfaat bekerja di luar negeri tidak hanya dirasakan langsung oleh para pekerja dan keluarganya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirim setiap tahun.
“Pada tahun 2025, para pekerja kita yang bekerja di Korea Selatan dan Australia mengirimkan uang sebesar $15.275.013,64 dolar AS. Sementara itu, total remitansi yang diterima sejak tahun 2018 hingga 2025 telah mencapai 101.483.112,54 dolar AS,” ujar João Correia Pereira.
Sementara itu, Bank Sentral Timor-Leste (BCTL –portugis) melaporkan total remitansi dari Warga Negara Timor-Leste (WNTL) pada 2024 mencapai $244,8 juta dengan pemasukan terbanyak dari UK (Inggris Raya – United Kingdom).
Sedangkan, pada 2023 yang hanya mencapai $204,4 juta dan 2022 dengan jumlah remitansi $196 juta.
Reporter : Nelson de Sousa (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Maria Auxiliadora




