DILI, 18 Juni 2026 (TATOLI) – Peluang kerja bagi tenaga kerja Timor-Leste di Jepang terus menunjukkan tren positif. Sejumlah perusahaan Jepang bahkan menyatakan kesiapan untuk merekrut hingga 1.000 pekerja asal Timor-Leste pada masa mendatang, dengan syarat utama memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal tingkat N4.
Penasihat pada Sekretariat Negara Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Ilídio Ximenes da Costa, dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI mengatakan bahwa pada 16 Juni 2026 ia mendampingi Direktur Nasional Ketenagakerjaan Luar Negeri (DNEE), João P. Correia, menerima dan mengadakan pertemuan dengan delegasi sejumlah perusahaan dan lembaga Jepang di City 8, Dili.
Delegasi tersebut terdiri atas Murakami Makoto dan Mosu Nobuhito dari Murakami Construction, Katsu Yuzo dari Greentec Jepang, serta Fukusaki Yasushi dan Fujita Tatsushi dari Reimei Jigyo Kyodo Kumiai.
Dalam pertemuan tersebut, perusahaan Murakami Construction yang berbasis di Prefektur Kagoshima menyampaikan hasil seleksi tenaga kerja yang dilaksanakan pada 15 Juni 2026. Dari tujuh kandidat yang mengikuti tes, dua orang berhasil direkrut untuk bekerja di sektor konstruksi sipil dan pembangunan jembatan melalui Program Technical Intern Training (TIT).
“Murakami Construction telah merekrut dua kandidat dari tujuh peserta yang mengikuti tes untuk bidang konstruksi sipil dan pembangunan jembatan,” kata Ilídio.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang yang hadir dalam pertemuan tersebut juga mengungkapkan rencana untuk merekrut sekitar 1.000 tenaga kerja Timor-Leste. Namun, kebutuhan tersebut hanya dapat dipenuhi apabila tersedia lebih banyak calon pekerja yang menguasai bahasa Jepang.
Menurut Ilídio, pihak Jepang secara khusus merekomendasikan agar pusat-pusat pelatihan di Timor-Leste meningkatkan jam pembelajaran bahasa Jepang guna memperluas jumlah peserta yang mampu mencapai tingkat kemampuan bahasa yang dipersyaratkan.
“Dalam rencana mereka, perusahaan-perusahaan Jepang ingin merekrut sekitar 1.000 pekerja yang memiliki kemampuan bahasa Jepang tingkat N4. Karena itu mereka merekomendasikan agar jam pelatihan bahasa Jepang di pusat-pusat pelatihan dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Tingkat N4 merupakan level kedua dari bawah dalam Japanese Language Proficiency Test (JLPT) atau Ujian Kemampuan Bahasa Jepang yang diakui secara internasional. Pada tingkat ini, peserta diharapkan mampu memahami percakapan sehari-hari serta membaca dan memahami kalimat dasar dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam kehidupan maupun lingkungan kerja.
Ilídio menambahkan bahwa saat ini sudah terdapat 30 peserta yang mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Pusat Pelatihan Becora sebagai persiapan untuk mengikuti program kerja dan magang di Jepang.
Selain melakukan pertemuan dengan pihak SEFOPE dan DNEE, delegasi Jepang juga mengunjungi Pusat Pelatihan Becora dan Pusat Pelatihan Tibar untuk melihat secara langsung fasilitas pelatihan, proses pembelajaran, serta kesiapan lembaga pelatihan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Timor-Leste.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Timor-Leste dan Jepang di bidang ketenagakerjaan serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda Timor-Leste di pasar tenaga kerja internasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




