DILI, 12 Februari 2026 (TATOLI) – Presiden Republik mengeluarkan Keputusan Presiden untuk menunjuk Menteri Pertahanan, Donaciano da Costa Gomes ‘Pedro Klamar Fuik’ sebagai Utusan Khusus dalam misi tingkat tinggi Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) ke Guinea-Bissau.
Penunjukan tersebut dilakukan menyusul Konferensi Luar Biasa Pertama Kepala Negara dan Pemerintah CPLP yang telah digelar pada 16 Desember 2025.
Dalam konferensi tersebut, Republik Demokratik Timor-Leste mengambil alih Kepresidenan Sementara CPLP hingga tahun 2027, setelah Guinea-Bissau diskors dari seluruh kegiatan organisasi.
“Dalam Keputusan Presiden Republik disebutkan bahwa misi ini bertujuan untuk menengahi pembebasan segera dan tanpa syarat semua pihak yang ditahan setelah krisis 26 November, serta mendorong pemulihan segera tatanan konstitusional sebagai prasyarat penting bagi pemulihan perdamaian dan stabilitas di negara tersebut,” demikian tulisan siaran pers resmi yang diakses TATOLI.
Berita terkait : Timor-Leste tetapkan tema Kepresidenan Sementara CPLP 2026 – 2027
Presiden Republik menunjuk menunjuk Menteri Pertahanan untuk mewakili Negara Timor-Leste dalam misi tingkat tinggi CPLP tersebut berdasarkan poin b) Pasal 87 Konstitusi Republik Demokratik Timor-Leste yang berbunyi “Dalam bidang hubungan internasional, Presiden Republik berwewenang dan bertanggung jawab untuk: Mengangkat dan memberhentikan para Duta Besar, Wakil-wakil Tetap dan Utusan- utusan Khusus, atas usulan dari Pemerintah”.
Delegasi dalam misi ini juga mencakup perwakilan dari Angola dan São Tomé dan Príncipe. Selama berada di Guinea-Bissau, delegasi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Guinea-Bissau, Komando Tinggi militer, perwakilan masyarakat sipil, serta sejumlah entitas terkait lainnya.
Misi ini merupakan bagian dari tanggung jawab yang diemban Timor-Leste dalam menjalankan Kepresidenan Sementara CPLP periode 2026–2027, sebagai upaya mendukung pemulihan stabilitas dan ketertiban konstitusional di negara anggota tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




