iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor-Leste tingkatkan mutu TVET lewat hibah US$3 juta dari ADB dan Jepang

Timor-Leste tingkatkan mutu TVET lewat hibah US$3 juta dari ADB dan Jepang

Direktur ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, dan Menteri Keuangan, Santina Cardoso, menandatangani Perjanjian Hibah senilai US$3 juta. Penandatanganan dilakukan di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Jumat (12/12). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 12 Desember 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste menandatangani Perjanjian Hibah senilai US$3 juta dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Japan Fund for a Prosperous and Resilient Asia and the Pacific (JFPR) untuk meningkatkan kualitas Pendidikan dan Pelatihan Teknik serta Kejuruan (TVET).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, dan Menteri Keuangan, Santina Cardoso, dalam sebuah acara resmi di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Jumat ini.

Hibah tersebut didanai melalui Japan Fund for a Prosperous and Resilient Asia and the Pacific (JFPR) dan merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Keterampilan Tenaga Kerja, yang akan dijalankan selama empat tahun. Proyek ini bertujuan memodernisasi kurikulum, meningkatkan fasilitas lembaga TVET, dan menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan industri bagi ribuan anak muda setiap tahunnya.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Santina Viegas Cardoso menyampaikan terima kasih atas dukungan ADB dan Pemerintah Jepang, serta menegaskan pentingnya proyek ini dalam menjawab kesenjangan keterampilan yang masih terjadi.

“Dukungan ini merupakan sinyal jelas dari kepercayaan ADB terhadap potensi kaum muda kita sebagai penggerak pembangunan,” ujar Menteri Santina.

Ia menambahkan bahwa hibah ini memperkuat kemitraan panjang antara ADB dan Timor-Leste dalam reformasi sistem TVET.

Menurutnya, proyek tersebut akan membantu memperbarui pendekatan pengajaran, meningkatkan pelatihan praktis, dan memastikan lulusan TVET lebih siap kerja. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memastikan penggunaan hibah dilakukan secara transparan dan menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan prospek kerja kaum muda.

“Penandatanganan hari ini lebih dari sekadar formalitas. Ini adalah komitmen bersama untuk memberikan keterampilan dan peluang bagi generasi muda Timor-Leste,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, menyebut penandatanganan hibah ini sebagai tonggak kolaborasi pertama yang mempertemukan Kementerian Pendidikan, INDMO (Institut Nasional untuk Pengembangan Tenaga Kerja), SEFOPE, Pemerintah Jepang, dan ADB dalam satu proyek penguatan keterampilan tenaga kerja.

“Dengan investasi sebesar US$3 juta, proyek ini akan meningkatkan fasilitas di lembaga TVET utama dan menyediakan pelatihan relevan industri kepada lebih dari 2.500 pemuda setiap tahun, termasuk perempuan dan kelompok marginal,” ujar Stefania.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kerja sangat penting bagi Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN untuk turut mengambil bagian dalam rantai nilai regional.

Dilain pihak, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah di Kementerian Pendidikan, Deolindo da Cruz, menegaskan bahwa hibah tersebut menjadi “katalis penting” dalam mendorong visi nasional untuk pembangunan ekonomi berbasis sumber daya manusia.

“Hibah ini bukan sekadar dukungan finansial, tetapi katalis yang mendorong transformasi keterampilan generasi muda kita agar mampu bersaing di Timor-Leste, di kawasan, dan di dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa reformasi besar sedang dilakukan guna meningkatkan daya saing lulusan dan kualitas TVET di seluruh negeri, dengan beralih dari pendekatan pengajaran berbasis teori menuju pembelajaran berbasis kompetensi yang selaras dengan standar ASEAN.

Deolindo menyebut tiga sektor prioritas seperti konstruksi, otomotif, dan pertanian sebagai fokus utama penguatan keterampilan karena perannya yang strategis dalam perekonomian Timor-Leste

Sedangkan, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Tetsuya Kimura, mengatakan bahwa dukungan JFPR akan memperkuat kurikulum di sektor otomotif, mekanik, dan konstruksi, sekaligus meningkatkan fasilitas pendidikan kejuruan.

“Saya berharap proyek ini membekali generasi muda Timor-Leste dengan keterampilan yang diperlukan untuk berkontribusi pada ekonomi yang dinamis dan kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dukungan Jepang di sektor infrastruktur, termasuk perjanjian yang baru ditandatanganinya sehari sebelumnya untuk penyediaan alat berat bagi pengembangan kualitas jalan. Menjelang akhir masa jabatannya, ia menyampaikan optimisme atas perjalanan pembangunan Timor-Leste.

“Saya telah melihat kemajuan luar biasa sejak pertama kali mengunjungi negara ini pada tahun 2000. Bergabungnya Timor-Leste dengan ASEAN adalah langkah besar, dan keterampilan teknis akan menjadi kunci untuk kesuksesan di masa depan,” katanya.

Melalui implementasi oleh INDMO dan Kementerian Pendidikan, proyek hibah ini diharapkan memperkuat fondasi sistem keterampilan nasional, memperluas akses pelatihan berkualitas, serta memastikan bahwa generasi muda Timor-Leste siap menghadapi tantangan ekonomi modern. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!