DILI, 11 Desember 2025 (TATOLI) – Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Bendito Freitas melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Jose Ramos-Horta untuk membahas situasi politik yang dihadapi Guinea-Bissau.
Kepada wartawan usai pertemuan yang dilakukan di Istana Kepresidenan, Dili, Kamis ini, Menteri Bendito Freitas mengatakan dirinya mengupdate informasi kepada Presiden Republik tentang pertemuan secara online Dewan Menteri CPLP (Komunitas negara-negara berbahasa Portugis) pada tanggal 05 Desember, yang berdiskusi tentang situasi di Guinea-Bissau.
Dikatakan, pertemuan online tersebut tidak memungkinkan pengumuman hasil pemilihan demokratis di Guinea-Bissau karena terjadinya kudeta.
Berita terkait : Kudeta Guinea-Bissau : Timor-Leste siap ambil alih Kepresidenan bergilir CPLP
“Ada kekhawatiran besar bagi negara-negara anggota CPLP. Karena itu, diadakan pertemuan luar biasa Dewan Menteri CPLP untuk membahas masalah tersebut,” kata Menteri Bendito.
Menteri Bendito menjelaskan, selama pertemuan Dewan Menteri CPLP yang luar biasa, dibahas dua isu, pertama adalah usulan Menteri Luar Negeri negara-negara CPLP untuk mengirimkan misi tingkat tinggi secara mendesak ke Guinea-Bissau untuk melihat situasi di sana.
Dari usulan yang diajukan oleh negara-negara anggota CPLP, Presiden Republik José Ramos-Horta adalah Kepala Misi tersebut.
“Kemudian negara-negara anggota seperti Angola, São Tomé dan Príncipe akan mendampingi, tetapi pembahasan isu tersebut pada menit-menit terakhir, dan Presiden Ramos-Horta telah memiliki banyak agenda dan tidak dapat memimpin sebagai Kepala Misi atau bergabung dengan delegasi untuk masalah Guinea-Bissau,” jelasnya.
Berita terkait : Dewan Menteri CPLP kecam gangguan pemilu di Guinea-Bissau
Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste melalui Rapat Dewan Menteri pada 10 Desember 2025 ini telah memutuskan untuk menunjuk Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, dan Menteri Pertahanan, Donaciano do Rosário Gomes, untuk menjadi bagian dari misi mediasi Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) di Guinea-Bissau.
Misi ini bertujuan memantau situasi yang timbul akibat kudeta militer dan gangguan proses pemilihan di Guinea-Bissau. Jadi, setelah misi berakhir, CPLP akan mengadakan pertemuan puncak di tingkat Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk menganalisis situasi Guinea-Bissau.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




