DILI, 05 Mei 2026 (TATOLI) — Kementerian Kesehatan bersama Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) dan Asosiasi Bidan Timor-Leste (APTL), mengadakan workshop Advokasi dengan tema “One Million More Midwives” (Satu Juta Bidan Lagi) yang berfokus pada investasi tenaga bidan dalam rangka perayaan Hari Bidan Sedunia yang diperingati tanggal 05 Mei setiap tahunnya.
Dalam Lokakarya Advokasi yang digelar di City8, Manleuana, Dili, Selasa ini, Wakil Menteri Kesehatan Bidang Penguatan Kelembagaan, José dos Reis Magno menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Asosiasi Bidan Timor-Leste atas penyelenggaraan inisiatif penting ini.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Asosiasi Bidan Timor-Leste atas penyelenggaraan inisiatif penting ini, yang menunjukkan komitmen kuat para bidan dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Timor-Leste,” kata José dos Reis Magno.
Ia menjelaskan bahwa saat ini investasi di bidang kebidanan sangat penting secara strategis untuk masa depan sistem kesehatan nasional, karena investasi tersebut berarti berinvestasi langsung dalam perlindungan kehidupan, martabat perempuan, kesehatan anak, dan pembangunan berkelanjutan negara.
“Bidan merupakan pilar penting dalam penyediaan layanan kesehatan primer dan memainkan peran penting dalam mengurangi angka kematian ibu dan anak, terutama di daerah pedesaan dan komunitas terpencil. Timor-Leste terus menghadapi tantangan penting di sektor kesehatan,” katanya.
Dikatakan, bidan bukan hanya tenaga profesional kesehatan tetapi juga agen harapan, perlindungan, dan transformasi sosial. Di banyak pusat kesehatan masyarakat, pos kesehatan, dan desa terpencil, bidan adalah kontak pertama antara ibu dan anak dengan sistem kesehatan.
Tugas harian mereka adalah menyelamatkan nyawa, mencegah komplikasi, mempromosikan persalinan yang aman, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional.
“Pemerintah Konstitusional IX mengakui pentingnya peran strategis bidan dalam proses pembangunan nasional dan terwujudnya Cakupan Kesehatan Universal di seluruh wilayah nasional,” katanya.
Sistem Kesehatan Nasional Timor-Leste, yang diorganisir di tingkat kota, regional, dan nasional, sangat bergantung pada kapasitas dan dedikasi para profesional kesehatan yang bekerja di garis depan, terutama bidan, untuk memastikan layanan kesehatan primer yang baik bagi masyarakat.
Program Satu Juta Lebih merupakan platform penting untuk advokasi, mobilisasi, dan kemitraan internasional untuk memastikan bahwa tidak ada ibu dan anak yang tertinggal. Inisiatif ini memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan profesional kesehatan, khususnya pada bidan, melalui kebijakan publik yang berkelanjutan, program pelatihan teknis, penilaian profesional, dan integrasi yang efektif ke dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan di sektor kesehatan.
Ia mengatakan bahwa membangun sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan membutuhkan penguatan kerja sama antara Negara, mitra pembangunan, lembaga akademis, organisasi masyarakat sipil, dan asosiasi profesional.
Berinvestasi dalam bidang kebidanan berarti memastikan masa depan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat bagi generasi baru di negara ini.
“Saya menegaskan kembali komitmen teguh Kementerian Kesehatan untuk terus mendukung inisiatif yang mendorong penguatan kelembagaan, teknis, dan profesional para bidan, sebagai pengakuan atas kontribusi penting mereka terhadap pembangunan manusia dan sosial Timor-Leste,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, Navchaa Sures, mengatakan bahwa perayaan Hari Bidan Sedunia dengan tema global, “Satu Juta Bidan Lagi,” adalah jumlah bidan yang dibutuhkan dunia pada tahun 2035 untuk menyelamatkan empat juta jiwa setiap tahunnya. Ini bukan sekadar ambisi, tetapi prioritas global yang dapat dicapai dan mendesak.
“Bidan adalah tenaga kesehatan yang sangat penting, mereka menawarkan solusi untuk salah satu tantangan paling mendesak dalam kesehatan global, yaitu mencegah kematian perempuan dan bayi secara tidak perlu akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Perawatan mereka tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga penuh kasih sayang, manusiawi, dan penuh hormat,” katanya.
Para bidan di Timor-Leste seringkali menjadi tenaga kesehatan pertama dan terkadang satu-satunya yang tersedia bagi perempuan, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Dedikasi dan kerja keras mereka memastikan bahwa tidak ada perempuan yang tertinggal. Pekerjaan mereka menyelamatkan nyawa setiap hari.
Dilain pihak, Ketua Asosiasi Bidan Timor-Leste, Lidia Gomes, mengatakan kehadiran para bidan membuktikan bahwa para bidan berkomitmen untuk mendukung dan juga menghargai keberadaan bidan sebagai tenaga kesehatan yang penting bagi sistem kesehatan nasional.
“Hari ini, kita berbicara tentang bidan. Tetapi, melalui ini kita berbicara tentang kehidupan. Kita berbicara tentang seorang ibu yang tinggal di desa terpencil, yang harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai tempat fasilitas kesehatan. Kita berbicara tentang seorang bayi yang bergantung pada keputusan cepat seorang bidan di saat-saat kritis,” jelas Lidia.
Ia mengatakan, di daerah pedesaan, akses ke layanan kesehatan akan sulit, jalan yang buruk, transportasi yang terbatas, dan fasilitas yang tidak lengkap. Banyak ibu datang terlambat ke fasilitas kesehatan. Dan ketika komplikasi muncul tiba-tiba, bidan harus membuat keputusan cepat untuk menanggani ibu dan bayi.
Untuk diketahui bahwa, Hari Bidan Internasional (International Day of the Midwife) diperingati setiap 05 Mei di berbagai negara. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengapresiasi peran bidan dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Tema Hari Bidan Internasional 2026 adalah “One Million More Midwives”. Tema ini menyoroti kebutuhan akan penambahan jumlah tenaga bidan di seluruh dunia guna memperkuat layanan kesehatan maternal.
Merujuk informasi yang dilansir International Confederation of Midwives, tema tersebut mencerminkan kebutuhan global akan satu juta bidan tambahan. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi ibu dan bayi.
Tim TATOLI




