DILI, 20 November 2025 (TATOLI)—Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta, menerima gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Ilmu Politik dari Universitas Messina di Itali.
Menurut siaran pers dari Istana Kepresidenan, pemberian gelar kehormatan akademis yang tinggi ini karena kontribusi luar biasa Presiden dalam resolusi konflik, diplomasi, dan pembangunan bangsa.
Dalam pidato, Presiden Ramos-Horta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan memaparkan perjalanan Timor-Leste dari perjuangan menuju kedaulatan sebagai bukti kekuatan pengampunan dan rekonsiliasi.
“Keberhasilan luar biasa Timor-Leste sejak kemerdekaan, menggarisbawahi status negara tersebut sebagai negara demokrasi yang dinamis dengan ekonomi yang kuat dan berkembang, utang publik yang minimal, dan pengelolaan keuangan yang bijaksana,” kata Presiden dalam pidatonya.
Berita terkait : Presiden Ramos-Horta terima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Minho Portugal
Kepala Negara memposisikan rekonsiliasi bersejarah dengan Indonesia yang mengubah masa lalu yang pahit menjadi salah satu hubungan bilateral paling erat di dunia, sebagai model global yang kuat.
“Narasi ini dengan jelas menunjukkan transformasi Timor-Leste menjadi negara yang stabil dan berkembang, yang dibangun di atas fondasi keberanian, visi strategis, dan komitmen kuat terhadap perdamaian.” lanjut Presiden.
Kepala Negara menyerukan reformasi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Dewan Keamanan agar lebih adil dan efektif. Presiden berbicara dengan penuh kesedihan tentang konflik global, menggambarkan situasi di Gaza sebagai ‘jurang moral dan politik’ yang menantang kemanusiaan kita bersama.
Pidato Presiden dengan tegas memposisikan Timor-Leste sebagai suara hati nurani di panggung dunia, menawarkan kisahnya sendiri sebagai pesan harapan bahwa dialog dan kerja sama dapat mengatasi perpecahan terdalam.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




