DILI, 08 Oktober 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, José Ramos – Horta, menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Minho, Braga Portugal.
Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang dikutip Tatoli, menyebutkan bahwa, Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Ramos-Horta, dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Minho dalam sebuah upacara yang bersejarah dan berjalan khidmat pada Selasa (07/10).
Acara penganugerahan Doktor itu diselenggarakan di Aula Abad Pertengahan (Salão Medieval) universitas yang megah dan dihadiri oleh Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, Rektor Universitas Minho, Rui Vieira de Castro, serta jajaran akademisi, diplomat, dan pejabat terkemuka. Penghargaan ini mengakui kontribusi mendalam pemimpin Timor-Leste tersebut bagi perdamaian dan diplomasi global.
Dalam acara tersebut, adapun pernyataan akademik dari Universitas Minho yang memuji Presiden Ramos-Horta sebagai “figur tunggal dalam diplomasi internasional, yang kehidupannya menyatu dengan sejarah determinasi diri Timor-Leste”.
Profesor Isabel Estrada Carvalhais, sponsor doktoral, menyanjung Presiden sebagai “arsitek jembatan antar budaya dan peradaban” dan seorang “humanis global.” Sitasi tersebut secara resmi mengakui kontribusi luar biasanya dalam pembelaan hak asasi manusia, determinasi diri bangsa-bangsa, serta konsolidasi perdamaian dan demokrasi, dan merayakannya sebagai simbol internasional perlawanan damai dan dialog.
Dalam pidato penerimaan yang kuat dan sangat pribadi, Presiden Ramos-Horta menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam, mendedikasikan kehormatan tersebut kepada seluruh rakyat Timor-Leste.
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian ini juga membahas tema-tema global, dan menyesalkan “kesunyian dan kemunafikan dunia Barat dalam menghadapi genosida di Gaza” dan mengecam “standar ganda” komunitas internasional.
“Saya menyaksikan kehancuran sebuah bangsa secara langsung, di dunia yang tampaknya telah kehilangan nurani moralnya, seraya menyerukan keberanian politik dan belas kasih sebagai fondasi kepemimpinan sejati,” kata Presiden Republik.
Menutup upacara, Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, menyebut hari itu bersejarah, yang menggambarkan Presiden Ramos-Horta sebagai “seorang doktor dengan kecerdasan yang cemerlang dan prinsip yang tak tergoyahkan.”
Kepala Negara Portugal tersebut menyoroti koherensi dan keberanian moral pemimpin Timor-Leste, menyimpulkan bahwa gelar doktor ini bersejarah bukan hanya karena sosok yang dihormati, tetapi juga karena bangsa persaudaraan yang ia wakili, rakyat Timor-Leste, sebuah teladan martabat dan harapan.
TATOLI




