Top

Pemerintah setujui pengeluaran U$16 juta untuk pengembangan ladang gas Proyek Greater Sunrise

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão memimpin rapat Dewan Menteri yang digelar di Kantor Pemerintah, Dili, Selasa (04/11). Foto MNEC

DILI, 04 November 2025 (TATOLI) – Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri yang digelar hari ini menyetujui pengeluaran sebesar US$16.055.897 untuk pengembangan ladang gas Greater Sunrise dan memastikan pipa gas proyek tersebut mencapai wilayah Timor-Leste.

Persetujuan ini diberikan berdasarkan proyek yang diajukan oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, dan akan dilaksanakan dalam periode 2025 hingga 2027, sebagai bagian dari Program A13 di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Program tersebut mencakup pelaksanaan berbagai studi dan inisiatif teknis yang diperlukan untuk menjamin pembangunan pipa gas ke Timor-Leste, termasuk survei geofisika dan seismik resolusi ultra tinggi (UHRS) yang berkaitan dengan pipa ekspor gas Greater Sunrise dan pipa Bayu Undan,” tulis hasil laporan Rapat Dewan Menteri, Selasa ini.

Langkah ini menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan sektor energi nasional serta memastikan proyek strategis Greater Sunrise memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi negara.

Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi jangka panjang Timor-Leste.

Greater Sunrise merupakan proyek pengembangan ladang gas yang terletak sekitar 140 km selatan pantai Timor-Leste, yang kini menjadi fokus strategis pemerintah negara itu.

Sebuah studi konseptual independen oleh Wood Group pada 2024 menilai beberapa opsi pengembangan, termasuk pembangunan fasilitas LNG di Timor-Leste maupun di Australia, dan menyimpulkan bahwa opsi TLNG (fasilitas LNG di daratan Timor-Leste) paling layak secara teknis dan ekonomis.

Opsi ini diperkirakan memberikan manfaat terbesar bagi Timor-Leste, termasuk pertumbuhan PDB, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kapasitas energi nasional.

Konsorsium pengembang proyek ini terdiri dari TIMOR GAP (56,6 %), Woodside (33,44 %), dan Osaka Gas Australia (10 %).

Pemerintah menargetkan produksi gas pertama dari proyek ini pada tahun 2032, sejalan dengan rencana pengembangan infrastruktur Tasi Mane yang mencakup terminal LNG, kompleks petrokimia, dan kilang di pantai selatan negara. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!