TL siapkan Solidarity Line : Layanan Gratis 24 jam bagi korban kekerasan

DILI, 22 Oktober 2025 (TATOLI) – Dewan Menteri Timor-Leste telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan oleh Wakil Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusi, Céu Brites, untuk membentuk Solidarity Line 116, sebuah layanan nasional yang bertujuan menangani kasus-kasus kekerasan berbasis gender serta kekerasan terhadap anak dan remaja.
Dalam hasil laporan resmi Dewan Menteri yang diakses Tatoli, dijelaskan, Solidarity Line akan beroperasi sebagai layanan gratis, rahasia, dan tersedia selama 24 jam, menyediakan saluran respons cepat bagi korban kekerasan.
“Layanan ini akan memastikan akses korban terhadap dukungan psikologis, sosial, hukum, dan kelembagaan secara menyeluruh,” ungkap hasil laporan Rapat Dewan Menteri.
Inisiatif tersebut akan dikelola oleh Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusi (MSSI) dengan dukungan dan kerja sama lintas kementerian, pemerintah kota, serta mitra pembangunan.
Tujuannya untuk memperkuat sistem perlindungan korban dan memastikan koordinasi efektif antara layanan darurat, kepolisian, kesehatan, dan lembaga peradilan.
Nomor tunggal 116 akan menjadi jalur akses utama bagi masyarakat di seluruh wilayah nasional, yang dapat dihubungi melalui jaringan telekomunikasi apa pun.
Melalui nomor ini, kasus-kasus kekerasan dapat segera dirujuk dan direspons oleh lembaga terkait dalam situasi mendesak.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kasus kekerasan dan memperkuat komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok rentan di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

