PM Xanana tekankan penguatan kerja sama bilateral pada Dubes baru di Jepang

DILI, 12 September 2025 (TATOLI)—Duta Besar (Dubes) Timor-Leste untuk Jepang, Maria Terezinha Viegas melakukan pertemua singkat dengan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, Jumat ini, untuk mendengarkan masukan sebelum memulai tugas diplomatiknya.
Dalam pertemuan, Perdana Menteri menekankan peguatak kerjasama bilateral pada Duta Besar Timor-Leste untuk Jepang.
“Sebagai Duta Besar Jepang, sebelum saya menjalankan tugas saya, saya datang untuk mengadakan audiensi pribadi dengan Perdana Menteri, untuk meminta arahan terkait posisi yang sedang saya emban saat ini,” ujar Maria Terezinha di Istana Pemerintah.
Berita terkait : Presiden Ramos-Horta lantik Maria Terezinha sebagai Dubes Jepang, gantikan Ilídio Ximenes
Dubes Maria menjelaskan, arahan yang diterimanya mencakup rekomendasi Perdana Menteri untuk terus memperkuat kerja sama yang telah terjalin, sekaligus melanjutkan upaya yang telah dilakukan oleh Duta Besar pendahulunya, Ilídio Costa.
“Perdana Menteri meminta, mau tidak mau, kita harus melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara, karena sejak kita merdeka hingga saat ini kerja sama yang sangat baik, terutama bagi Pemerintah Jepang melalui JICA, kerja sama ini sangat nyata,” jelasnya.
Dubes Maria juga menyoroti fokus arahan Perdana Menteri pada penguatan kerja sama di bidang mobilitas tenaga kerja, peningkatan kerja sama dan pelatihan sumber daya manusia, serta investasi.
“Ini adalah prioritas penting agar hubungan kedua negara tidak hanya kuat secara diplomatik, tetapi juga bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia di Timor-Leste,” tambahnya.
Terkait tanggal efektif pengabdiannya di Jepang, Maria Terezinha menjelaskan bahwa proses administrasi sedang ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEK), dan ia berharap dapat dipindahkan ke Jepang dalam waktu satu minggu.
Sejak menjalin hubungan diplomatik dengan Jepang, Timor-Leste telah menunjuk lima Duta Besar untuk mewakili negara di Tokyo. Mulai dari Domingos Sarmento Alves menjadi Duta Besar pertama, menjabat dari 2006 hingga 2011. Ia digantikan oleh Isílio Coelho, yang bertugas selama 2011–2016.
Posisi kemudian diisi oleh Filomeno Aleixo da Cruz dari 2016 sampai 2019. Pada tahun 2020, Ilídio Ximenes da Costa mulai bertugas dan menyelesaikan masa jabatannya pada juni 2025 dan digantikan oleh Maria Terezinha da Silva Viegas yang baru saja dilantik oleh Presiden Republik José Ramos-Horta pada 18 Agustus 2025.
Sebelum penunjukannya, Maria Terezinha telah berpengalaman luas di bidang legislatif dan diplomasi, antara lain Wakil Ketua Parlemen Nasional (2023–2028), Sekretaris Negara untuk Urusan Parlemen (2012–2017), Anggota berbagai komite parlemen serta delegasi aktif dalam forum internasional seperti AP-CP, termasuk di Portugal, Mozambik, dan Cabo Verde.
Ia juga dikenal sebagai advokat hak asasi manusia dan tokoh aktif dalam kerja sama parlemen internasional, yang menegaskan dedikasinya terhadap pembangunan dan diplomasi Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editora : Julia Chatarina

