Presiden Ramos-Horta lantik Maria Terezinha sebagai Dubes Jepang, gantikan Ilídio Ximenes

DILI, 18 Agustus 2025 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta telah melantik Maria Terezinha da Silva Viegas sebagai Duta Besar (Dubes) Timor-Leste untuk Jepang, menggantikan Ilídio Ximenes da Costa yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Acara pelantikan digelar secara resmi di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato pada pada Senin (18/08), dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat hubungan strategis dan historis dengan Jepang.
Dalam pidatonya, Presiden Ramos-Horta menekankan pentingnya peran Duta Besar baru dalam melanjutkan kemitraan yang telah terbangun sejak hubungan diplomatik Timor-Leste dan Jepang dimulai pada tahun 2002.
“Negara kita dan Jepang memiliki ikatan kuat, dibangun atas dasar saling menghormati dan dukungan Jepang yang konsisten dalam pembangunan nasional kita, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tegas Kepala Negara.
Presiden Ramos-Horta juga menyoroti kontribusi Jepang melalui JICA, termasuk proyek strategis seperti pengembangan Bandara Internasional Nicolau Lobato, Jembatan Komoro, serta inisiatif di bidang pertanian, perikanan, energi terbarukan, dan pertahanan.
Kolaborasi terbaru antara kedua negara meliputi Perluasan Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Investasi Tsuneishi Shipbuilding di sektor maritime, Partisipasi INPEX dalam sektor energy serta dukungan Jepang terhadap akses Timor-Leste ke ASEAN
Presiden Ramos-Horta menyampaikan keyakinannya bahwa Duta Besar Maria Terezinha akan memperkuat dan memperdalam kerja sama bilateral yang sudah terjalin kuat.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Urusan ASEAN, Milena Rangel, mengonfirmasi bahwa masa jabatan Duta Besar Maria Terezinha akan berlangsung selama tiga tahun, dan akan mulai efektif pada September 2025, usai menyelesaikan proses akreditasi di Jepang.
“Duta Besar Maria Terezinha akan melanjutkan tugas-tugas yang telah dikerjakan oleh pendahulunya, dan memastikan kesinambungan kerja sama dengan Jepang,” kata Wakil Menteri Milena.
Sejak menjalin hubungan diplomatik dengan Jepang, Timor-Leste telah menunjuk lima Duta Besar untuk mewakili negara di Tokyo. Mulai dari Domingos Sarmento Alves menjadi Duta Besar pertama, menjabat dari 2006 hingga 2011. Ia digantikan oleh Isílio Coelho, yang bertugas selama 2011–2016.
Posisi kemudian diisi oleh Filomeno Aleixo da Cruz dari 2016 sampai 2019. Pada tahun 2020, Ilídio Ximenes da Costa mulai bertugas dan menyelesaikan masa jabatannya pada juni 2025 dan digantikan oleh Maria Terezinha da Silva Viegas yang baru saja dilantik.
Sementara itu, Maria Terezinha da Silva Viegas menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan tugas diplomatik yang telah dirintis oleh Ilídio Ximenes, yang bertugas dari tahun 2020 hingga 30 Juni 2025.
“Banyak rekomendasi yang ditinggalkan oleh Dubes sebelumnya, dan saya akan melaksanakannya dengan dedikasi penuh sebagai perwakilan resmi Presiden Republik, Pemerintah dan Negara di Jepang,” ujarnya.
Sebelum penunjukannya, Maria Terezinha telah berpengalaman luas di bidang legislatif dan diplomasi, antara lain Wakil Ketua Parlemen Nasional (2023–2028), Sekretaris Negara untuk Urusan Parlemen (2012–2017), Anggota berbagai komite parlemen serta delegasi aktif dalam forum internasional seperti AP-CP, termasuk di Portugal, Mozambik, dan Cabo Verde.
Ia juga dikenal sebagai advokat hak asasi manusia dan tokoh aktif dalam kerja sama parlemen internasional, yang menegaskan dedikasinya terhadap pembangunan dan diplomasi Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

