Top

Movimentu LETRAS rayakan Hari Literasi Internasional dengan Festival Sastra  

Movimentu LETRAS merayakan Hari Literasi Internasional dengan Festival Sastra Movimentu Leitura ba Transformasaun Sosial atau yang dikenal dengan Movimentu LETRAS. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 06 September 2025 (TATOLI)— Movimentu Leitura ba Transformasaun Sosial atau yang dikenal dengan Movimentu LETRAS kembali menyelenggarakan Festival Sastra 2025 III untuk merayakan Hari Literasi Internasional yang jatuh pada 08 September.

Koordinator Movimentu LETRAS sekaligus Koordinator Festival Sastra 2025, Benito Sanches Savio, menegaskan bahwa gerakan sastra tersebut bertujuan untuk mempromosikan kebiasaan membaca sekaligus mengembangkan wacana kritis dalam bidang sosial, budaya, dan produksi pengetahuan di Timor-Leste.

“Gerakan ini juga mendorong penerbitan dan membuka akses perpustakaan bagi masyarakat umum. Karena itu, tahun ini LETRAS kembali menyelenggarakan Festival Sastra sebagai ruang bersama untuk merayakan literasi,” jelas Benito dalam pembukaan festival di Fundação OrOrinete Sabtu ini.

Festival yang telah memasuki edisi ketiga ini mengusung tema “Membaca untuk Transformasi Sosial”. Melalui tema tersebut, LETRAS berupaya menghadirkan ruang strategis bagi kaum muda, pelajar, anak-anak, komunitas sastra (perpustakaan, penulis, pembaca), seniman, dan masyarakat luas, untuk berkampanye mengenai pentingnya seni dan literasi dalam pembangunan nasional.

Festival Sastra 2025 III berlangsung di Fundação Oriente, mulai 06 hingga 08 September 2025, dan berbagai kegiatan disiapkan dalam festival ini, di antaranya Diskusi Tematik, Diskusi Buku, Berbagi Pengalaman Proses Kreatif, Lokakarya, Pameran Buku, serta pertunjukan Seni dan Sastra (lukisan langsung, seni anak, bercerita, pameran karya seni, pameran zine, teater, pembacaan puisi, dan musik langsung).

Mahasiswa Hubungan Internasional dari UNTL, Semi Aloesis E.D.A. Tukana, mengapresiasi inisiatif Movimentu LETRAS yang dinilainya mampu membangkitkan kesadaran membaca di kalangan anak muda.

“Saya bersyukur kepada Movimentu LETRAS karena sudah mengorganisir Festival Literasi ini. Tema Membaca untuk Transformasi Sosial sangat relevan karena di Timor-Leste masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis. Kegiatan ini bisa membangunkan kaum muda serta masyarakat untuk membiasakan diri membaca. Karakter membaca tidak hadir begitu saja, melainkan merupakan proses belajar manusia yang harus terus dipromosikan,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswi Filsafat UNTL, Nelia Prisca, menilai festival ini bermanfaat bukan hanya untuk kalangan pelajar, tetapi juga untuk masyarakat umum.

“Festival Literasi ini sangat baik karena membuka ruang lebih luas untuk mengembangkan diri dalam literatur. Dari sini kita lihat masih banyak masyarakat yang belum memiliki kebiasaan membaca, dan festival seperti ini bisa memberi dampak positif dalam membangun budaya membaca di Timor-Leste,” ungkapnya.

Dalam festival tahun ini, turut hadir lebih dari 20 stand yang memamerkan produk literasi dari berbagai komunitas, serta diskusi antara pegiat baca dan para penulis nasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!