DILI, 06 Juli 2026 (TATOLI)– Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuadi Lay, mengatakan pembangunan Perpustakaan Nasional merupakan investasi bagi masa depan Timor-Leste untuk melestarikan memori nasional, memperkuat pendidikan dan penelitian serta mewariskan sejarah dan kebudayaan bangsa kepada generasi mendatang.
“Hari ini menandai lebih dari sekadar dimulainya pembangunan sebuah gedung baru. Ini merupakan awal dari sebuah institusi yang akan menjaga memori nasional kita, mendukung pendidikan dan penelitian serta memberikan generasi mendatang akses terhadap pengetahuan dan sejarah negara kita,” kata Kalbuadi Lay dalam sambutannya pada peluncuran pembangunan Perpustakaan Nasional di Bairro Pite, Dili.
Peluncuran pembangunan dilakukan langsung oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, dan dilanjutkan dengan pemberkatan oleh Pastor Paroki Motael, Pastor Guilermino.
Acara tersebut dihadiri Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, Menteri Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya, Nélio Isaac Sarmento, Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, Sekretaris Negara Seni dan Budaya, Jorge Soares Cristóvão, Ketua Otoritas Nasional Perminyakan (ANP), Gualdino da Silva, Managing Director Eni Australia Limited, Emanuele Calviello, anggota korps diplomatik serta perwakilan berbagai lembaga pemerintah.
Kalbuadi Lay mengatakan keberadaan Perpustakaan Nasional memiliki arti penting bagi Timor-Leste sebagai negara muda yang memperoleh kemerdekaan melalui perjuangan panjang rakyatnya.
Menurutnya, rakyat Timor-Leste berjuang untuk memperoleh kemerdekaan bukan hanya untuk mendirikan sebuah negara berdaulat, tetapi juga untuk melindungi identitas, bahasa, kebudayaan dan memori bangsa.
“Perpustakaan Nasional akan memainkan peran penting dalam memenuhi tanggung jawab tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan Perpustakaan Nasional akan menjaga warisan dokumenter negara dan menyediakan ruang bagi pelajar, peneliti, guru, penulis serta masyarakat umum untuk belajar, melakukan penelitian dan menemukan pengetahuan baru.
Selain itu, perpustakaan tersebut akan membantu melestarikan sejarah perjuangan nasional, kekayaan kebudayaan dan berbagai gagasan yang membentuk kehidupan masyarakat Timor-Leste.
Kalbuadi Lay menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan dan berbagai infrastruktur publik.
Menurutnya, pembangunan bangsa juga membutuhkan investasi pada pendidikan, kebudayaan, pengetahuan dan memori nasional.
“Institusi yang kuat membantu kita memahami sejarah, memperkuat identitas dan mempersiapkan masa depan. Itulah sebabnya Perpustakaan Nasional menjadi proyek yang sangat penting bagi negara kita,” katanya.
Ia mengatakan peluncuran pembangunan Perpustakaan Nasional merupakan hasil dari proses panjang perencanaan, persiapan teknis dan kerja sama antara berbagai institusi.
Atas nama Pemerintah, Kalbuadi Lay mengapresiasi kontribusi ANP, Sekretariat Negara Seni dan Budaya (SEAC), Kementerian Pekerjaan Umum (MOP), Badan Pembangunan Nasional (ADN), Eni bersama mitra joint venture serta seluruh anggota Komite Pengarah dan Kelompok Kerja Teknis.
Menurutnya, komitmen dan kerja keras berbagai pihak telah membantu mengubah rencana pembangunan Perpustakaan Nasional menjadi kenyataan.
Ia juga mengapresiasi komitmen local content dalam Development Plan PSC JPDA 06-105 yang didukung Eni bersama mitra joint venture.
“Kemitraan ini menunjukkan bagaimana investasi di sektor perminyakan juga dapat berkontribusi terhadap pembangunan jangka panjang negara kita,” ujarnya.
Kalbuadi Lay menegaskan Perpustakaan Nasional merupakan investasi untuk masa depan Timor-Leste karena akan menjadi tempat untuk menjaga dokumen, arsip, buku dan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Perpustakaan tersebut juga akan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mempelajari sejarah Timor-Leste dan posisi negara di dunia serta mendukung peneliti, pendidik dan pelajar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, keberadaan Perpustakaan Nasional diharapkan mendorong budaya membaca, kreativitas dan inovasi sekaligus memastikan pengetahuan dan tradisi masyarakat Timor-Leste dapat dilindungi dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Banyak bagian dari sejarah kita selama ini dipertahankan melalui tradisi lisan, melalui keberanian dan ingatan rakyat kita serta melalui berbagai dokumen yang dilindungi dalam situasi sulit,” katanya.
Ia mengatakan Perpustakaan Nasional akan membantu menghimpun warisan berharga tersebut dan melestarikannya secara bermartabat bagi generasi mendatang.
Pada saat yang sama, perpustakaan tersebut akan mendukung pendidikan, penelitian dan pembelajaran sepanjang hayat serta menjadi tempat yang terbuka dan dapat diakses seluruh masyarakat Timor-Leste.
Kalbuadi Lay berharap Perpustakaan Nasional berkembang menjadi simbol pengetahuan, kebudayaan dan kebanggaan nasional yang mampu menjaga masa lalu sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
“Pembangunan tidak hanya diukur melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kekuatan institusi kita, pengetahuan yang kita bagikan dan kesempatan yang kita ciptakan bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Perpustakaan Nasional untuk melaksanakan pekerjaan dengan profesionalisme, dedikasi dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, Perpustakaan Nasional akan melayani masyarakat Timor-Leste selama bertahun-tahun sehingga proses pembangunannya harus memenuhi standar kualitas tertinggi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




