DILI, 30 Agustus 2025 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, memuji Pemerintahan ke-IX atas penyelenggaraan Dili International Trade Expo 2025 (DITE) 2025 dan mengakui Expo tersebut menjadi platform promosi yang menarik bagi investor asing maupun domestik.
Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang dikutip Tatoli, menyebutkan bahwa Kepala Negara juga menyampaikan penghargaannya kepada panitia penyelenggara DITE 2025 dari Kementerian Perdagangan dan Industri, yang dipimpin oleh Menteri Nino Pereira dan Wakil Menteri Augusto Júnior, atas inisiatif untuk terus mempromosikan perekonomian Timor-Leste di lingkup ASEAN dan di panggung internasional.
Selain itu, Presiden Ramos-Horta yang melakukan kunjungan ke Pusat Konvensi Dili, tempat dilaksanakannya DITE 2025, pada Jumat (29/08), itu menggarisbawahi bahwa kualitas DITE 2025 terbukti menjadi platform promosi yang menarik bagi investor asing maupun domestik.
Presiden Ramos-Horta juga menyoroti bahwa tujuan utama dari sebuah pameran dagang internasional adalah untuk menampilkan berbagai produk nasional, mempromosikannya di tingkat regional dan global, sekaligus berfungsi sebagai ruang dialog dan komunikasi antara Pemerintah, produsen lokal, perusahaan, dan investor asing.
Mengenai masa depan DITE, Kepala Negara menyerukan agar edisi-edisi mendatang dapat terstruktur dengan lebih baik lagi, dengan koordinasi antar-kementerian yang lebih erat dan dengan mitra-mitra strategis, guna memperkuat pembangunan ekonomi nasional.
Untuk diketahui bahwa, Pameran Dagang Internasional Dili (Dili International Trade Expo/DITE) 2025 resmi dibuka pada 28 Agustus di Pusat Konvensi Dili (CCD) dan akan berlangsung hingga 01 September 2025. Acara perdana ini menandai tonggak penting dalam promosi produk dan inovasi lokal Timor-Leste di panggung internasional.
Pembukaan DITE 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuady Lay, Wakil Perdana Menteri Mariano Assanami Sabino Lopes, Anggota Parlemen Nasional, serta perwakilan pemerintah negara sahabat seperti Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian Indonesia, dan Richie Pith, Menteri Perdagangan Kamboja.
Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira menegaskan bahwa DITE 2025 bertujuan untuk menghubungkan produsen lokal dengan dunia, mengundang investasi internasional, serta memperkenalkan warisan budaya Timor-Leste yang berpadu dengan inovasi masa depan.
Dengan dibukanya DITE 2025, Timor-Leste menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat dialog, kerja sama, dan peluang bisnis di kawasan regional maupun internasional.
Selain itu, Expo tersebut menampilkan 157 perusahaan lokal dengan 250 stan, serta diikuti 93 perusahaan internasional dari sembilan negara sahabat: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, China (termasuk Makau), Fiji, India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Para pengunjung dapat menemukan kopi Timor yang terkenal di dunia, tekstil Tais, madu murni, produk kosmetik alami, kerajinan modern, dan kuliner tradisional Timor-Leste.
DITE 2025 tidak hanya bertujuan untuk memamerkan produk, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan penguatan standar kualitas, keberlanjutan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Dalam DITE 2025 Para pengusaha nasional diharapkan dapat menjalin kemitraan strategis, memperluas pasar global, dan mendorong diversifikasi portofolio produk, sementara pengusaha internasional diajak berbagi praktik terbaik, teknologi, dan jaringan distribusi.
TATOLI




