DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa Timor-Leste harus memperkuat infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan reformasi kelembagaan untuk memastikan keanggotaan penuh negara di ASEAN dan dapat memberikan manfaat ekonomi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta dalam pidato peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), terkait keanggotaan penuh Timor-Leste ke dalam ASEAN yang diresmikan pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur.
Menurut Presiden Republik, bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah modern negara dan menandai dimulainya fase baru integrasi regional.
“Mulai saat ini, Timor-Leste sepenuhnya terintegrasi ke dalam komunitas ekonomi dan sosial budaya ASEAN,” ujar Ramos-Horta.
Ia menjelaskan bahwa ASEAN merupakan blok regional dengan sekitar 700 juta penduduk dan gabungan produk domestik bruto mencapai 4 triliun dolar AS, sehingga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Timor-Leste.
Presiden Ramos-Horta mengatakan integrasi ASEAN bukan sekadar tindakan diplomatik, tetapi juga penegasan identitas regional Timor-Leste sebagai bagian dari Asia Tenggara yang memiliki ikatan sejarah, budaya, dan masa depan bersama dengan negara-negara kawasan.
Menurut Ramos-Horta, peluang terbesar dari keanggotaan ASEAN akan bergantung pada kemampuan Timor-Leste menjalankan reformasi nasional secara konkret, termasuk memperkuat daya saing ekonomi, kepastian regulasi, dan integrasi ke dalam rantai nilai regional.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah telah memperkuat koordinasi antar lembaga, kesiapan teknis, pelatihan diplomatik, dan kapasitas administratif guna memastikan integrasi penuh Timor-Leste ke dalam mekanisme ASEAN.
Presiden Republik juga menyoroti sejumlah tantangan utama yang harus dihadapi negara, seperti penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi administrasi publik, serta digitalisasi layanan melalui sistem e-Government, e-Licensing, dan e-Payments.
Selain itu, penguatan fasilitasi perdagangan dan efisiensi perbatasan melalui sistem e-Borders, One-Stop Shop, dan perdagangan tanpa kertas juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Berita terkait : Pertemuan Menlu ASEAN, TL tegaskan komitmen ASEAN yang tangguh dan inklusif
Ramos-Horta menyebut Pelabuhan Tibar sebagai contoh penting bagaimana reformasi operasional dan modernisasi prosedur bea cukai dapat meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat kepercayaan investor.
“Pengurangan waktu pengurusan bea cukai dan peningkatan prediktabilitas logistik akan memberikan dampak langsung terhadap daya saing ekonomi,” katanya.
Presiden Republik juga menekankan pentingnya persiapan Timor-Leste menuju Kepresidenan ASEAN pada 2029 yang dinilai sebagai ujian besar bagi kapasitas kelembagaan negara.
Menurutnya, Dewan Nasional untuk Pengorganisasian Kepresidenan ASEAN yang dipimpin Perdana Menteri tengah mempersiapkan berbagai prioritas strategis, termasuk transformasi digital, penguatan integrasi ekonomi regional, ekonomi biru, ketahanan iklim, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Ramos-Horta menegaskan bahwa persiapan menuju ASEAN bukan hanya formalitas diplomatik, melainkan proyek nasional yang membutuhkan koordinasi, visi strategis, dan kapasitas operasional agar Timor-Leste mampu berkontribusi aktif terhadap masa depan kawasan Asia Tenggara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




