iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Kanada ambil bagian dalam investasi pengembangan Solar PV di Manatuto

Kanada ambil bagian dalam investasi pengembangan Solar PV di Manatuto

Duta Besar Kanada untuk Timor-Leste, Jess Dutton, bertemu Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, di Kantor Pemerintah, Dili, Kamis (21/05). Foto GPM

DILI, 21 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Kanada menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi dengan Timor-Leste, termasuk melalui dukungan pembiayaan proyek energi terbarukan Solar PV yang sedang dikembangkan di Laleia, Kotamadya Manatuto.

Komitmen tersebut disampaikan Duta Besar Kanada untuk Timor-Leste, Jess Dutton, usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, di Kantor Pemerintah, Dili, Kamis ini.

Dalam kunjungan tersebut, Jess Dutton memimpin delegasi bisnis Kanada yang terdiri dari Presiden Canada-ASEAN Business Council, perwakilan Asia-Pacific Foundation of Canada, BlackBerry Government Solutions, National Bank of Canada, serta Export Development Canada.

“Kami merasa terhormat dapat bertemu kembali dengan Perdana Menteri dan bangga membawa delegasi bisnis Kanada ke Timor-Leste. Setelah Timor-Leste menjadi anggota ASEAN, banyak perusahaan Kanada mulai tertarik mengembangkan peluang komersial dan kemitraan dengan masyarakat Timor-Leste,” ujar Jess Dutton kepada wartawan.

Menurutnya, pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang investasi dan kerja sama ekonomi, termasuk potensi kemitraan jangka panjang di bidang energi, teknologi, perdagangan, perbankan, serta sektor ekstraktif.

Dalam kesempatan itu, Jess Dutton juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kanada menyediakan pembiayaan konsesi sekitar 15 juta dolar Kanada atau hampir 11 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung pembangunan proyek Solar PV di Laleia, Manatuto.

“Kami bangga dapat memberikan dukungan pembiayaan untuk proyek energi terbarukan yang sedang dikembangkan di luar Dili,” katanya.

Proyek Solar PV (Photovoltaic) merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang memanfaatkan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Teknologi ini dianggap sebagai salah satu solusi energi bersih yang paling efisien karena mampu menghasilkan listrik tanpa emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti diesel dan minyak bumi.

Bagi Timor-Leste, pengembangan Solar PV menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi menuju energi ramah lingkungan.

Selain membantu menurunkan biaya produksi listrik dalam jangka panjang, proyek tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Proyek Solar PV di Laleia sendiri sebelumnya telah mendapat perhatian dari Presiden Republik, José Ramos-Horta, yang menilai investasi Jepang dan Prancis dalam pengembangan energi surya di Manatuto memiliki peran penting dalam mendukung masa depan energi bersih Timor-Leste.

Pembangunan taman tenaga surya tersebut saat ini dikembangkan oleh perusahaan dari Jepang dan Prancis, sementara Kanada mengambil bagian melalui dukungan pembiayaan dan potensi kerja sama investasi di sektor energi terbarukan.

Selain energi hijau, Jess Dutton menyatakan Kanada juga melihat peluang besar di sektor minyak dan gas, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), keamanan digital, sektor perbankan, pertanian modern, teknologi maritim, hingga industri ekstraktif.

“Kami melihat banyak peluang di sektor ekstraktif, terutama ketika Timor-Leste terus mengembangkan cadangan minyak dan gasnya. Kami juga melihat potensi di sektor ICT dan keamanan, itulah sebabnya BlackBerry Government Solutions ikut dalam delegasi ini,” jelasnya.

Ia mengatakan Kanada memiliki pengalaman dan kapasitas besar di berbagai sektor yang dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Timor-Leste.

“Kanada memiliki kemampuan kuat di industri ekstraktif, energi terbarukan, minyak dan gas, teknologi pertanian, dan sektor maritim. Kami melihat keahlian Kanada sangat relevan dengan ambisi pembangunan Pemerintah Timor-Leste,” tambahnya.

Menurut Jess Dutton, keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN membuka peluang baru bagi hubungan ekonomi dengan Kanada, terutama melalui negosiasi perjanjian perdagangan bebas antara Kanada dan ASEAN yang saat ini sedang berlangsung.

Ia menilai Asia Tenggara akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa dekade mendatang sehingga Kanada ingin memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut.

“Perjanjian perdagangan bebas antara Kanada dan ASEAN memiliki potensi besar untuk membuka akses pasar antara Kanada dan negara-negara ASEAN. Kawasan ini akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia dalam beberapa dekade ke depan,” ujarnya.

Selain peluang perdagangan, keanggotaan ASEAN juga disebut membuka akses Timor-Leste terhadap berbagai program regional, termasuk pendidikan, beasiswa, investasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Perdana Menteri Xanana Gusmão disebut menyambut positif meningkatnya minat sektor swasta Kanada untuk menjalin kemitraan dengan Timor-Leste.

Menurut Jess Dutton, Kepala Pemerintah Timor-Leste itu turut membahas berbagai prioritas pembangunan nasional serta peluang kerja sama strategis yang dapat dikembangkan bersama Kanada di masa mendatang.

“Pertemuan ini sangat positif. Perdana Menteri terlihat senang melihat ketertarikan sektor swasta Kanada terhadap Timor-Leste. Kami berharap dapat terus melanjutkan diskusi dengan pemerintah mengenai bagaimana memperdalam kerja sama, tidak hanya di bidang komersial tetapi juga di berbagai sektor lainnya,” pungkasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!