iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Ramos – Horta akui pentingnya investasi Jepang dan Prancis di Manatuto

Ramos – Horta akui pentingnya investasi Jepang dan Prancis di Manatuto

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta saat melakukan pemeriksaan barisan dalam peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu, Dili. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, mengakui pentingnya investasi dari Jepang dan Prancis dalam mendukung transformasi ekonomi dan pembangunan industri strategis di kotamadya Manatuto.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta dalam pidato peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05) di Tasi tolu, Dili.

Presiden Republik mengatakan kerja sama industri paling menonjol saat ini adalah proyek pembangunan galangan kapal di Laleia, Manatuto, melalui kemitraan dengan Tsuneishi Shipbuilding Co., Ltd..

Menurut Ramos-Horta, proyek tersebut menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Timor-Leste.

“Proyek ini menciptakan lapangan kerja langsung dan pelatihan teknis progresif bagi warga Timor-Leste, dengan perkiraan 4.000 warga Timor-Leste akan mendapatkan pekerjaan pada tahun 2027,” ujar Ramos-Horta.

Ia menjelaskan bahwa departemen desain di Tsuneishi Timor Shipbuilding saat ini telah mempekerjakan 34 profesional Timor-Leste sejak perekrutan dimulai pada 2024.

Selain itu, enam teknisi Timor-Leste juga mengikuti pelatihan khusus selama 18 bulan di Jepang dan Filipina sejak Juni 2025, sementara perekrutan tambahan sebanyak 20 pekerja direncanakan dimulai pada Juni 2026.

Presiden Ramos-Horta menambahkan bahwa perusahaan tersebut juga memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan sektor industri melalui pemberian beasiswa tahunan kepada 20 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL) sejak 2024.

Dalam bidang pelatihan praktis, sebanyak 21 peserta pelatihan teknik Timor-Leste telah ditempatkan di galangan kapal perusahaan di Jepang sejak Januari 2025, dan 10 peserta tambahan dijadwalkan mengikuti program serupa mulai September 2026.

Ramos-Horta mengatakan proyek tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal di Laleia melalui keterlibatan puluhan warga dalam survei dan studi lahan yang masih berlangsung.

Selain kerja sama industri kapal, Presiden Republik juga menyoroti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar pertama di Timor-Leste yang berlokasi di Laleia, Manatuto.

Proyek energi bersih tersebut dikembangkan oleh konsorsium internasional yang dipimpin perusahaan Prancis Électricité de France bersama perusahaan Jepang ITOCHU Corporation.

Menurut Presiden Republik mengatakan proyek tersebut mencakup pembangkit listrik fotovoltaik 72 MW, sistem penyimpanan baterai 36 MW/80 MWh, gardu induk, serta jaringan transmisi 150kV.

Pembangkit itu diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 134 GWh energi bersih per tahun, cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 80 ribu rumah tangga dan mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 92 ribu ton CO2 setiap tahun.

Ramos-Horta menegaskan bahwa proyek tersebut menjadi langkah penting bagi Timor-Leste dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan impor diesel untuk produksi listrik nasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!