iklan

EKONOMI, HEADLINE

Makin Banyak Bank di Timor-Leste, BCTL utamakan inovasi dan nilai tambah pasar

Makin Banyak Bank di Timor-Leste, BCTL utamakan inovasi dan nilai tambah pasar

Gubernur BCTL, Helder Lopes. Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 07 Mei 2026 (TATOLI)Gubernur Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), Helder Lopes menegaskan bahwa peningkatan jumlah bank di Timor-Leste harus disertai inovasi dan nilai tambah bagi pasar, bukan sekadar menambah persaingan di sektor perbankan nasional.

Helder Lopes mengatakan pertanyaan mengenai alasan Timor-Leste dengan populasi sekitar 1,4 juta jiwa memiliki banyak bank juga menjadi perhatian BCTL setiap kali mempertimbangkan pemberian lisensi baru.

Menurutnya, bank yang didirikan di Timor-Leste tidak hanya harus melayani ekonomi domestik, tetapi juga sebagai basis untuk memperluas bisnis ke luar negeri.

“Ketika kami memberikan lisensi, kami mengukur kapasitas ekonomi Timor-Leste dan jenis layanan yang akan diberikan bank tersebut. Namun bank yang berdiri di Timor-Leste tidak harus hanya melayani ekonomi domestik, tetapi juga dapat berkembang ke luar negeri,” katanya dalam program TATOLI “Bainaka Kredível” edisi kedua yang digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universidade Nasionál Timor-Lorosa’e (UNTL), Kamis ini.

Berita terkait : Aset perbankan di TL tembus $2,852 juta pada 2025, Kredit ke sektor swasta terus naik

Ia menjelaskan bahwa BCTL kini menerapkan kebijakan dan regulasi yang lebih selektif karena jumlah institusi perbankan terus bertambah.

Menurut Helder, meskipun calon investor memenuhi seluruh persyaratan hukum, BCTL tetap akan menilai apakah bank tersebut membawa layanan atau model bisnis baru yang belum tersedia di pasar.

“Kami ingin bank baru membawa sesuatu yang bernilai bagi pasar. Jika hanya datang untuk bersaing dengan bank yang sudah ada tanpa menawarkan layanan baru, maka kebijakan kami adalah menolak permohonan tersebut,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa jika terdapat investor yang fokus menyediakan layanan kredit perumahan atau layanan khusus lain yang belum banyak dilayani bank lain, maka BCTL dapat mempertimbangkan pemberian lisensi karena dinilai memberi manfaat tambahan bagi pasar.

Namun apabila layanan yang ditawarkan sama seperti bank-bank yang sudah ada, maka BCTL akan melakukan penilaian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Saat ini, Timor-Leste memiliki sejumlah bank seperti BNCTL (Banco Nacional de Comércio de Timor-Leste), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, ANZ Bank, dan BNF (Banco Nacional de Fomento). Pemerintah juga tengah mempersiapkan pembentukan Banco Nacional de Desenvolvimento de Timor-Leste (BNDTL), sementara Kaebauk Investimentu no Finansas, S.A. (KIF) sedang dalam proses menjadi bank komersial.

Pada Juli 2025, Pemerintah Timor-Leste menyetujui pembentukan BNDTL dengan modal awal sebesar US$30 juta yang seluruhnya disetor negara untuk mendukung investasi produktif dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

Helder Lopes juga menyoroti model bisnis Kaebauk yang dinilai berbeda dibanding bank lain karena fokus melayani masyarakat pedesaan dan kelompok yang belum terjangkau layanan perbankan formal.

“Kaebauk beroperasi di daerah pelosok dan memberikan kredit kepada masyarakat yang belum banyak dilayani bank lain. Karena itu, ketika Kaebauk ingin menjadi bank, kami meminta agar mereka meningkatkan kapasitas tanpa meninggalkan model bisnis yang melayani masyarakat pedesaan,” katanya.

Kaebauk sendiri dikenal sebagai lembaga keuangan mikro terbesar di Timor-Leste yang menyediakan layanan keuangan bagi pengusaha kecil, petani, dan pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan.

Sebelumnya, pada Februari 2026, BCTL telah memberikan lisensi sementara kepada Kaebauk untuk memulai persiapan operasional sebagai bank sebelum memperoleh lisensi definitif.

BCTL menegaskan bahwa penguatan sektor perbankan tetap menjadi prioritas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan modern di Timor-Leste.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!