Top

Timor-Leste desak pendanaan internasional untuk kesehatan universal

Duta Besar Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Dionisio Babo Soares, berbicara dalam Rapat Pleno Majelis Umum dengan agenda 127 : Kesehatan Global dan Kebijakan Luar Negeri yang digelar di New York. Foto Kedubes Timor-Leste untuk PBB

DILI, 26 Agustus 2025 (TATOLI) –Timor-Leste mendesak pendanaan internasional yang lebih kuat untuk cakupan kesehatan universal, dan bantuan bagi negara-negara rapuh yang berada di bawah tindakan koersif, dan kemitraan untuk mempertahankan status bebas malaria, mempercepat respons PTM (Penyakit tidak menular) dan kesehatan mental, serta memperkuat sistem kesehatan masyarakat.

Demikian pernyataan itu disampaikan Duta Besar Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk PBB, Dionisio Babo Soares, dalam Rapat Pleno Majelis Umum dengan agenda 127 : Kesehatan Global dan Kebijakan Luar Negeri yang digelar di New York, pada Senin (25/08).

Dalam laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York yang diakses Tatoli, Dubes Dionisio Babo Soares dalam rapat itu mengatakan Timor-Leste menggarisbawahi bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus pilar perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan.

Dimana, dikatakan sejak restorasi kemerdekaan, Timor-Leste telah berupaya memperluas cakupan kesehatan universal melalui penguatan layanan kesehatan primer, pemberian obat-obatan esensial gratis, dan tenaga kesehatan masyarakat di daerah pedesaan. Upaya-upaya ini telah menghasilkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam cakupan kesehatan ibu dan anak serta pemberian vaksinasi.

Namun, dikatakan Timor-Leste kini menghadapi tantangan ganda. Meskipun penyakit menular telah menurun, penyakit tidak menular (PTM) meningkat tajam, seiring dengan meningkatnya beban masalah kesehatan mental. Tren ini, yang diperparah oleh kemiskinan dan pengangguran, yang  mengancam akan menghambat kemajuan kesehatan dan kohesi sosial.

Meskipun demikian, Timor-Leste  telah mencapai kemajuan yang signifikan. Timor-Leste telah disertifikasi bebas malaria oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) pada Juli 2025. Negara ini juga telah meluncurkan program Jantung Timor-Leste untuk memperluas pengobatan PTM, memulai survei nasional untuk memperkuat pengawasan, dan mulai mengintegrasikan perawatan psikiatri ke dalam layanan kesehatan primer sambil menyusun Strategi Kesehatan Mental Nasional untuk tahun 2025–2030. Langkah-langkah ini menandai kemajuan penting, meskipun sumber daya dan tenaga kesehatan terbatas.

Dikatakan, Timor-Leste juga menyerukan kerja sama internasional yang berkelanjutan untuk melengkapi mobilisasi sumber daya domestik, menekankan bahwa solidaritas global, transfer teknologi, dan akses yang adil terhadap obat-obatan sangatlah penting. Karena,  kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan luar negeri dan keamanan global.

TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!