Top

Selama April – Juni 2025 tercatat 181 kasus Demam Berdarah Dengue di SSMD

Foto google

DILI, 06 Agustus 2025 (TATOLI) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Layanan Kesehatan Kotamadya Dili (SSMD, portugis) mencatat 181 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode kuartal ke – II (April hingga Juni 2025) di kotamadya Dili.

Direktur Dinas Layanan Kesehatan Kotamadya Dili, Mateus Pinto mengatakan,  mengatakan, ada 181 kasus demam berdarah pada kuartal kedua. Jadi, total kasus DBD yang terdaftar di SSMD berjumlah 448 sejak awal tahun 2025 ini.

“Kami mencatat 44 kasus demam berdarah pada bulan April, 56 kasus  pada bulan Mei, dan 61 kasus pada bulan Juni ini. Jadi, dijumlahkan dengam data triwulan pertama, jumlah total kasus DBD adalah  448 ,” ujar Mateus Pinto kepada wartawan di Pusat Kesehatan, Formosa-Dili, Rabu ini.

Ia  menekankan bahwa para pasien berusia yang terkena DBD berusia antara lima hingga 15 tahun dan berasal dari Pos administratif Vera Cruz, Cristo Rei, Na’in Feto, dan Dom Aleixo.

Selain itu, Mateus Pinto juga melaporkan bahwa program ber-Wolbachia akan diluncurkan pada tanggal 08 Agustus di Dili, dan kemudian, pada tanggal 11 Agustus, kapsul telur berisi bakteri ber-Wolbachia akan didistribusikan di beberapa wilayah yang dianggap berisiko pada nyamuk DBD.

Inisiatif program ber-Wolbachia ini dipimpin oleh Kementerian Kesehatan, Sekolah Penelitian Kesehatan Australia Menzies, dan Program Nyamuk Dunia, serta memiliki tim yang terdiri dari 500 orang, dimana, 34 di antaranya akan terjun ke lapangan untuk melepaskan nyamuk di kawasan masyarakat.

Sebelumnya, Perwakilan Menzies di Timor-Leste, Nelson Martins, menginformasikan bahwa World Mosquito Program (WMP) dan Action Proverty (Aop) telah mulai melaksanakan program ber-Walbachia di Timor-Leste untuk menekan penularan Demam Berdarah, Chikungunya dan demam Holi melalui penerapan metode ber-Wolbachia.

“Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi dan keterlibatan masyarakat. Kami, melakukan kampanye penjangkauan untuk menginformasikan dan mendidik masyarakat tentang tujuan manfaat program ini,” kata Nelson Martins.

Program metode ber-Wolbachia adalah upaya pengendalian demam berdarah (DBD) dengan memanfaatkan bakteri Wolbachia yang disisipkan pada nyamuk Aedes aegypti. Bakteri ini berfungsi menghambat replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk tersebut tidak mampu lagi menularkan DBD. Dengan melepaskan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia, diharapkan populasi nyamuk yang menularkan DBD dapat berkurang, dan penyebaran penyakit dapat dikendalikan.

Perlu dicatat bahwa, untuk pertama kalinya pada tahun 2022, nyamuk Aedes aegypti dibawa dari Timor-Leste ke Australia untuk dikawinkan dengan nyamuk betina pembawa bakteri Wolbachia.

TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!