DILI, 23 Juli 2025 (TATOLI)– Pelatih tenis lantai Angola, Duda Fortunato menyampaikan ucapan terima kasih kepada Timor-Leste yang menjadi tuan rumah penyelenggara Pertandingan CPLP (Komunitas negara-negara berbahasa Portugis) ke – XII.
“Kami hanya bisa berterima kasih atas dukungan Timor-Leste atas keramahtamahan, akomodasi, dan layanan yang diberikan. Dalam pertandingan selalu ada menang dan kalah, tetapi persahabatan antara kedua negara akan terus berlanjut. Hari ini kita menang, besok kita mungkin kalah, tetapi yang penting adalah permainan yang adil bagi anak-anak demi persahabatan kedua negara,” kata Pelatih tenis Duda Fortunato, kepada wartawan di lapangan tenis, UNTL, rabu ini.
Selain itu, Pelatih Angola itu juga menyarankan kepada Timor-Leste agar para wasit, termasuk asisten wasit dari tenis lantai perlu menjalani pelatihan agar dapat berlatih dan memperkuat diri di bidang ini.
“Dalam pertandingan semua orang bisa melakukan kesalahan. Dan, kami yakin satu atau dua bola hilang, dan menurut saya ini pertandingan yang bagus,” kata Duda Fortunato.
Jadi, ia menekankan bahwa ini merupakan beberapa kelemahan, sehingga disarankan agar wasit dan asisten wasit dari Timor-Leste membutuhkan pelatihan lebih lanjut tentang kewasitan.
“Ada begitu banyak anak muda dan menurut saya jika mereka berinvestasi lebih banyak dalam wasit, kita akan melihat banyak hal baik di masa depan, terutama di turnamen-turnamen mendatang,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Federasi Tenis Timor-Leste, João José Madeira Martires, menegaskan, assisten wasit tetap berusaha menjaga agar pertandingan menjadi baik dan adil bagi semua orang, tetapi sebagai manusia selalu ada kesalahan. Namun, mereka akan tetap berusaha untuk memperbaiki diri di pertandingan-pertandingan mendatang.
“Anak-anak muda kami berpartisipasi dalam latihan, tetapi sebagai manusia, terkadang selalu gagal. Itulah sebabnya ada wasit. Jika tidak adil, ada wasit yang mengawasi. Namun, kami tetap berusaha agar pertandingan ini adil bagi semua, tidak hanya bagi Timor-Leste,”jelasnya.
Mengenai kekhawatiran delegasi Angola, menurutnya, akan ada Dewan Wasit yang akan mengawasi masalah ini. Namun, pandangan para peserta terkadang berbeda, tetapi dalam setiap pertandingan selalu ada aturan, jadi tidak semua aturan yang telah ditetapkan harus diikuti.
“Kekhawatiran Angola adalah kami memiliki Dewan Wasit di sini untuk mengawasi. Pandangan para peserta terkadang berbeda, tetapi kami tetap memiliki beberapa aturan yang kami patuhi,”pungkasnya.
Sementara itu, asisten wasit yang mendukung tim tenis lantai selama pertandingan CPLP rata-rata berusia 18 tahun.
Reporter : Felicidade Ximenes/Penerjemah : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




