Antusiasme publik warnai pembukaan Pertandingan CPLP ke – XII di Dili

DILI, 19 Juli 2025 (TATOLI)– Gelombang antusiasme masyarakat menyelimuti Stadion Nasional Dili saat Timor-Leste secara resmi membuka Pesta Olahraga Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) ke -XII.
Sejak pukul 15:00 waktu Timor-Leste, ribuan warga mulai memadati area Stadion, membawa serta semangat kebersamaan dan nasionalisme yang menggetarkan.
Warna-warni bendera Timor-Leste mendominasi suasana, berpadu dengan bendera Portugal yang turut dikibarkan sebagai simbol eratnya ikatan sejarah dan budaya antarnegara anggota CPLP. Tak sedikit warga yang datang mengenakan pakaian dengan atribut nasional, menambah kekayaan visual pada momen pembukaan yang sarat makna.
Sorak-sorai kembali bergema saat para atlet dari enam negara peserta memasuki stadion membawa bendera masing-masing, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh penjuru tribun. Sebelumnya terdapat sekitar 511 atlet yang hadir tetapi karena Guinea-Bissau juga akhirnya dikabarkan tak hadir maka hanya tersisa 478 atlet dari Angola, Cabo Verde, Mozambik, Portugal, São Tomé dan Príncipe, serta tuan rumah Timor-Leste, yang akan berkompetisi di ajang ini. Brasil, Guinea-Bissau, dan Guinea Khatulistiwa tidak berpartisipasi dalam edisi tahun ini.
Acara pembukaan diawali dengan pertunjukan musik tradisional Timor-Leste, diselingi lagu-lagu dari negara-negara anggota CPLP lainnya. Penonton ikut bernyanyi dan bertepuk tangan, mencerminkan keterlibatan emosional yang kuat dari masyarakat.
Suasana kemudian menjadi khidmat saat Pastor Indra do Nascimento, Ketua CNJCTL (Komisi Nasional Pemuda Katolik di Timor-Leste), memimpin doa bersama sebagai penanda dimulainya acara resmi.

Antusiasme masyarakat di Stadion Nasional Dili pada Pembukaan Pertandingan CPLP ke – XII di Stadion Dili, Sabtu (19/07). Foto Tatoli/Antonio Daciparu
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat band militer dari Angkatan Pertahanan Timor-Leste (F-FDTL) memainkan lagu kebangsaan “Pátria, Pátria.” Seluruh stadion berdiri, menyanyikan lagu dengan penuh semangat, menciptakan atmosfer nasionalisme yang kuat dan menyentuh.
Bagi rakyat Timor-Leste, pembukaan Pertandingan CPLP ke – XII bukan sekadar seremoni olahraga, melainkan wujud nyata kebanggaan nasional. Kota Dili menjadi saksi bagaimana masyarakat dari berbagai kalangan bersatu dalam semangat menjadi tuan rumah yang hangat dan terbuka.
Dalam pidato pembukaan, Ketua Komite Antar Kementerian Adventual sekaligus Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste, Nelyo Isaac Sarmento, menyampaikan rasa bangga atas penyelenggaraan event internasional ini di tanah air.
“Hari ini, Timor-Leste menorehkan sejarah baru dengan menjadi tuan rumah, untuk pertama kalinya, ajang multi-olahraga ini, yang merayakan bakat-bakat terbaik pemuda berbahasa Portugis,” ujar Menteri Nelyo di hadapan para pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Perdana Menteri Mariano Assanami Sabino, para anggota parlemen, serta pimpinan militer dan kepolisian.
Sebanyak lebih dari 500 delegasi hadir dalam ajang ini, termasuk 250 atlet muda dari tujuh negara anggota CPLP. Meskipun Brasil dan Guinea Khatulistiwa tidak turut serta tahun ini, Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan CPLP tetap menyala.
Pesta Olahraga CPLP bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol persatuan, solidaritas, dan persahabatan antarnegara, serta menjadi wahana untuk mempromosikan nilai-nilai luhur olahraga seperti kerja sama, sportivitas, dan penghormatan terhadap keragaman budaya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan acara ini, termasuk para relawan, sponsor nasional seperti Telkomcel, BNCTL, Air Mineral Leste, Timor Plaza, dan Timor Telecom, serta dukungan logistik dari pemerintah Angola kepada delegasi Cabo Verde, Mozambik, dan São Tomé dan Príncipe.
“Keberhasilan Olimpiade ini mencerminkan persatuan lembaga-lembaga kita dan upaya tak kenal lelah dari ratusan profesional dan relawan Timor-Leste,” ungkapnya.

Ajang ini juga dimaknai sebagai momentum untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan potensi wisata Timor-Leste kepada dunia. Lebih dari itu, pemerintah berharap kegiatan ini mampu mengangkat citra negara sebagai destinasi budaya dan olahraga.
Sebagai penutup, Menteri Nelyo menegaskan bahwa semangat olahraga dapat menjadi alat pemersatu dan sarana pembangunan yang kuat, terutama bagi generasi muda.
“Meskipun terpisah oleh jarak geografis, kita dipersatukan oleh bahasa Portugis, persahabatan, dan keragaman budaya. Rasakan rumah yang sesungguhnya. Bersatu Kita Satu,” pungkasnya.
Pertandingan CPLP 2025 tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga platform diplomasi budaya dan integrasi pemuda dari negara-negara berbahasa Portugis. Diselenggarakan pada 17–27 Juli 2025, kompetisi ini mencakup delapan cabang olahraga: atletik, bola basket 3×3, sepak bola, taekwondo, voli pantai, catur, karate, dan tenis lapangan.
Kegiatan ini juga disertai agenda sosial dan budaya yang memperkenalkan identitas Timor-Leste kepada dunia, dengan tujuan memperkuat integrasi negara ini ke dalam komunitas CPLP serta mempromosikan olahraga sebagai bagian dari daya tarik pariwisata nasional.
Menariknya, piala untuk para juara Pertandingan CPLP XII terinspirasi dari alat musik tradisional Timor-Leste, babadok, yang biasa dimainkan dalam tarian tebedai. Desain piala mencerminkan kekuatan, identitas, dan warisan budaya lokal, menjadikannya lebih dari sekadar trofi—ia adalah lambang persatuan dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Setelah upacara pembukaan, pertandingan sepak bola antara Timor-Leste dan Portugal menjadi sajian utama yang ditunggu-tunggu. Laga ini menjadi awal dari rangkaian kompetisi yang akan berlangsung selama 10 hari ke depan, mempertemukan atlet-atlet muda berbakat yang membawa harapan dan semangat solidaritas antarbangsa.
Pertandingan CPLP XII menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga dan diplomasi budaya Timor-Leste, negara kecil dengan semangat besar yang siap menyambut dunia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

