iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

Wakil PM Assanami jadi pembicara utama dalam seminar nasional jelang HUT TATOLI ke – IX

Wakil PM Assanami jadi pembicara utama dalam seminar nasional jelang HUT TATOLI ke – IX

Kantor Berita TATOLI, bekerja sama dengan UNITAL menyelenggarakan seminar nasional bertema “Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional,” di aula pertemuan UNITAL, Becora, Senin (07/07). Foto Tatoli

DILI, 07 Juli 2025 (TATOLI)— Kantor Berita TATOLI, bekerja sama dengan UNITAL (Universidade Oriental Timór Lorosa’e) kembali menyelenggarakan seminar nasional bertema “Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional,” dengan menghadirkan pembicara utama  Wakil Perdana Menteri dan  Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino.

Diselenggarakan di aula pertemuan UNITAL, Senin ini, acara tersebut mempertemukan sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas, bersama dengan akademisi, dan dosen. Seminar yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Negara urusan Komunikasi Sosial (SEKOMS), Expedito Loro Dias Ximenes itu merupakan bagian dari kegiatan menjelang perayaan HUT TATOLI yang ke – IX  yang secara resmi diperingati pada tanggal 27 Juli setiap tahunnya.

Sebagai pembicara utama, Wakil PM Mariano Assanami Sabino  dalam Seminar Nasional itu menyoroti empat pilar penting.

Menurutnya, konsep Negara memiliki empat pilar penting, yakni membangun perdamaian, membangun negara, membangun bangsa, dan terakhir membangun karakter.

Ia menegaskan bahwa yang mendirikan Negara adalah rakyat yang menjadi pusat dan menjadi pemilik Negara. Kalau bicara Negara, harus ada rakyat dan punya legitimasi internasional, kedaulatan dan wilayah yang jelas.

“Oleh karena itu, konsep sejati yang harus diletakkan di negara Republik pada asasnya adalah kesejahteraan rakyat, keterlibatan rakyat sebagai pusat dan penggerak pembangunan. Kita mengedepankan hak asasi manusia, keterbukaan inklusi sosial dan tidak ada yang terbelakang,”  kata Wakil PM Assanami.

Berita terkait : Seminar Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional digelar jelang HUT TATOLI ke – IX

Dari keempat pilar yang dibentuk, menurutnya, infrastruktur yang sudah rampung adalah Kepolisian Nasional Timor Leste (PNTL), F-FDTL (FALINTIL- Angkatan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste), PDHJ, Komisi Anti Korupsi, dan Komisi Pelayanan Publik. Inilah infrastruktur yang melengkapi operasionalisasi keempat pilar tersebut.

“Proses yang sudah kita bangun, kita konsolidasikan, kita perkuat, agar lembaga-lembaga ini bisa berdaya guna, bisa mencerminkan visi Negara,” ujarnya.

Ditegaskannya, setelah terbentuknya Negara, visi ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Nasional yang ditulis tahun 2002.

Di sana Pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Nasional (PDN), dan pada tahun ke – IV Pemerintah mulai meninjau kembali Rancangan Undang-Undang tersebut. “Disinilah kita kembali membuat PEDN (Rencana Strategis Pembangunan Nasional ). Di sini (PEDN) langsung menempatkan masyarakat sebagai prioritas pertama,” katanya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, di sini menempatkan tiga pilar penting sebagai fondasinya, yaitu pertanian, pariwisata, dan sumber daya alam, mineral, dan perminyakan.

Oleh karena itu, dalam proses pembangunan semua orang perlu berpartisipasi dalam semua kegiatan, karena masyarakat adalah pusat pembangunan dan diversifikasi.

“Sejak restorasi kemerdekaan, kita tahu bahwa strateginya ada di rakyat (Masyarakat), jadi teruskan tiga pilar penting. Dimana, infrastruktur yang kita bangun di PEDN seperti pembangunan air bersih, listrik, dan telekomunikasi. Itu semua basis fundamental untuk mengakselerasi sektor-sektor produktif kita yang lain,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Negara urusan Komunikasi Sosial (SECOMS), Expedito Dias Ximenes, dalam pembukaan acara tersebut menegaskan bahwa SECOMS terus menghargai dan mendukung berbagai inisiatif yang memadukan sektor komunikasi sosial dan pendidikan.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti bahwa komunikasi publik dan lembaga pendidikan tinggi dapat berkolaborasi secara solid dalam hal etika, profesionalisme, dan bekerja untuk kepentingan publik.

“SECOMS meyakini bahwa dengan adanya kemitraan ini harus diperkuat, penting untuk meningkatkan kualitas informasi, melawan disinformasi guna mendorong dan memperkuat kebebasan pers, berekspresi, yang tidak lepas dari tanggung jawab,”paparnya.

Dikatakan, UNITAL sebagai lembaga akademis, memiliki peran strategis dan mendasar dalam pembangunan manusia Timor-Leste. Universitas memberikan pelatihan teori dan praktik kepada mahasiswa, lembaga akademis dan  dapat melakukan kajian dan penelitian tentang tren politik, sosial ekonomi dan budaya. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dan memberikan alternatif bagi para politisi untuk menjadi pilihan dalam menentukan masa depan negara.

“Kita semua memiliki misi yang sama dengan tujuan untuk mendidik, memberi informasi, dan memberdayakan pengetahuan kepada masyarakat Timor-Leste. Selamat kepada TATOLI dan UNITAL atas inisiatif ini. SECOMS akan terus hadir untuk mendukung program-program yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” katanya.

Ia mengatakan UNITAL memiliki peran untuk memberikan  kritis tentang konten yang terkait dengan kebutuhan negara. Hanya dengan pemikiran kritis, UNITAL dapat membantu masyarakat ini menjadi kritis dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Ia juga menghimbau kepada para pelajar untuk menggunakan media sosial dengan baik, karena apabila digunakan secara tidak tepat akan berdampak pula pada masyarakat. 

Dilain pihak,  Ketua Dewan Direksi Kantor Berita TATOLI, IP, Noémio Mateus Soares Flacão mengatakan seminar ini digelar dengan tujuan untuk  mengajak para mahasiswa untuk mendengarkan tentang topik-topik yang ada.

Ia juga  berharap seminar ini dapat memberikan sesuatu yang baik bagi para mahasiswa.

Di tempat yang sama, Rektor UNITAL, Claudino Ninas Nabais, mengatakan seminar ini sangat penting karena dalam acara ini para pembicara membagikan ilmu dan pengalaman kepada para mahasiswa sebagai bekal masa depan mereka.

Menurutnya, UNITAL memiliki keistimewaan yang luar biasa karena menandai kehadiran Wakil Perdana Menteri Mariano Assanami Sabino sebagai generasi baru yang berkontribusi bagi perjuangan negara.

“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi pembicara untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa, karena di sini untuk mendidik, bagaimana membentuk karakter mereka agar menjadi pemimpin masa depan negara,” katanya.

Perlu diketahui, pada 20 Juni lalu,  Kantor Berita TATOLI telah bekerja sama dengan Dili Institute of Technology (DIT), menyelenggarakan seminar yang sama dengan  menghadirkan Letnan Jenderal, Lere Anan Timur, mantan Komandan F-FDTL ( FALINTIL – Pasukan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste) sebagai pembicara utama.

Dimana, sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional itu,  Lere Anan Timur menekankan bahwa konsep negara jauh melampaui sekadar mencapai kemerdekaan. “Negara adalah badan yang terorganisasi secara politik dengan pemerintahan atas wilayahnya. Tanpa negara yang kuat dan berfungsi, pembangunan yang sesungguhnya tidak mungkin terjadi,” katanya.

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!