iklan

POLITIK, HEADLINE

Seminar Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional digelar jelang HUT TATOLI ke – IX

Seminar Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional digelar jelang HUT TATOLI ke – IX

Foto bersama disela-sela seminar bertema “Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional yang digelar di Aula DIT, Jumat (20/06). Foto TATOLI/Egas Cristovão

DILI, 20 Juni 2025 (TATOLI) – Kantor Berita TATOLI, bekerja sama dengan Dili Institute of Technology (DIT), menyelenggarakan seminar bertema “Konsep Negara dan Visi Strategis Pembangunan Nasional,” dengan menghadirkan Letnan Jenderal, Lere Anan Timur, mantan Komandan F-FDTL ( FALINTIL – Pasukan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste) sebagai pembicara utama.

Diselenggarakan di aula pertemuan DIT, Jumat ini, acara tersebut mempertemukan sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas, bersama dengan akademisi, dan dosen. Seminar tersebut merupakan bagian dari kegiatan menjelang perayaan HUT TATOLI yang ke – IX  yang secara resmi diperingati pada tanggal 27 Juli setiap tahunnya.

Sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional itu,  Lere Anan Timur menekankan bahwa konsep negara jauh melampaui sekadar mencapai kemerdekaan. “Negara adalah badan yang terorganisasi secara politik dengan pemerintahan atas wilayahnya. Tanpa negara yang kuat dan berfungsi, pembangunan yang sesungguhnya tidak mungkin terjadi,” katanya.

Merenungkan percakapan dari tahun 1982 dengan pemimpin perlawanan saat itu Kay Rala Xanana Gusmão, Lere mengingat kembali visi strategis awal untuk membangun Timor-Leste yang modern, termasuk rencana untuk membangun jalan yang menghubungkan seluruh negeri. “Bahkan saat kami sedang berjuang untuk bertahan hidup, kami sudah memimpikan pembangunan,” katanya.

Sambil mengakui kemerdekaan Timor-Leste, ia menegaskan bahwa memiliki negara tidaklah cukup tanpa rencana pembangunan strategis yang jelas. “Kami berjuang demi kebebasan kami, tetapi kebebasan saja tidak dapat mengakhiri kemiskinan. Pembangunan nasional yang strategis adalah kuncinya,” ungkapnya.

Lere Anan Timur menggambarkan Rencana Strategis Nasional negara 2011–2030, sebagai peta jalan penting untuk memandu pembangunan nasional Timor-Leste.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa meskipun terjadi perubahan dalam kepemimpinan atau struktur pemerintahan, pembangunan dan program nasional harus tetap dipandu oleh kerangka strategis yang ditetapkan, khususnya Rencana Pembangunan Strategis Nasional Timor-Leste 2011–2030.

Ia mendorong refleksi atas Rencana Pembangunan Strategis Nasional 2011–2030, dengan mencatat bahwa hanya tersisa enam tahun untuk pelaksanaannya.

Sementara itu, Sekretaris Negara Bidang Komunikasi Sosial, Expedito Dias, menekankan pentingnya mewariskan pengetahuan pembangunan nasional kepada generasi muda.

Ia juga mendesak para mahasiswa untuk menggunakan perangkat digital dan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab. “Teknologi memberdayakan setiap warga negara untuk memberi informasi dan terlibat. Gunakan dengan bijak untuk melayani masyarakat dan negara,” katanya.

Selain itu, Rektor DIT Salustiano dos Reis Piedade menyebut seminar tersebut sebagai kesempatan langka bagi para mahasiswa untuk belajar dari salah satu pahlawan negara yang masih hidup.

Sedangkan, Ketua Dewan Direksi Kantor Berita TATOLI, IP, Noémio Mateus Soares Flacão menekankan peran penting media milik negara seperti TATOLI dalam pembangunan Timor-Leste. Ia menyatakan bahwa TATOLI bukan hanya platform untuk penyebaran berita, tetapi juga pilar utama dalam memperkuat persatuan nasional dengan berbagi kebijakan publik, program pemerintah, dan inisiatif pembangunan dengan masyarakat luas.

“TATOLI lebih dari sekadar saluran berita, ini adalah platform untuk dialog publik. Kami menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengungkapkan keprihatinan, ide, dan kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional,” kata Noémio Falcão.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Institut Teknologi Dili (DIT) atas kerja samanya dalam menyelenggarakan seminar tersebut, dan menyebutnya sebagai “kemitraan luar biasa” yang mencerminkan komitmen bersama terhadap kemajuan nasional. Noémio Falcão juga mengumumkan rencana untuk mereplikasi program tersebut di universitas lain di Dili dan menjadikannya acara tahunan, yang bertujuan untuk melibatkan lebih banyak kaum muda dalam diskusi tentang pembangunan nasional.

Noémio Falcão mengucapkan terima kasih kepada Letnan Jenderal, Lere Anan Timur atas kehadirannya yang murah hati dan dedikasinya seumur hidup kepada negara.

“Kami bangga masih memiliki pahlawan nasional seperti Lere Anan Timur bersama kami, yang terus berbagi kebijaksanaan dan berkontribusi pada pembangunan Timor-Leste. Ini merupakan inspirasi bagi generasi muda,” katanya.

Pada penutupan acara, Tatoli dan DIT mengumumkan rencana untuk menandatangani perjanjian kerja sama guna memperkuat kolaborasi di masa mendatang, khususnya dalam mempromosikan identitas nasional, budaya, dan penggunaan bahasa resmi di media dan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan nasional yang inklusif.

Reporter : Mirandolina Barros Soares 

Editor      :  Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!