DILI, 01 Juli 2025 (TATOLI)— Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Menzies di Timor-Leste, akan meluncurkan program metode ber-Wolbachia pada 20 Agustus di Kotamadya Dili.
“Seharusnya kita meluncurkan metode ber-Wolbachia pada bulan Juli ini, tetapi tim kami masih melakukan persiapan teknis, sehingga peluncuran tersebut akan dilakukan pada tanggal 20 Agustus tahun ini,” kata Wakil Menteri Kesehatan untuk Penguatan Kelembagaan Kesehatan José dos Reis Magno pada wartawan, di Caicoli, Dili, selasa ini.
Ia mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir Menteri Kesehatan, Elia Amaral dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão memberikan otorisasi kepada Wakil Kementerian Kesehatan Penguatan Kelembagaan Kesehatan bersama tim untuk mengamati nyamuk yang dikembangbiakkan di Australia dan hasilnya nyamuk tersebut berkembang sangat baik dan akan segera dikirim ke Timor-Leste.
“Ya, saya dan tim sudah pergi untuk melihat tiga nyamuk kita yang dibawa untuk dikembangbiakkan di Melbourne, Australia. Mereka sudah mengembangbiakkan nyamuk-nyamuk itu, dan Menzies sudah siap untuk membawanya ke Dili. Tanggal 20 Agustus nanti kita akan luncurkan nyamuk ber-Wolbachia di Dili,” ungkapnya.
Diinformasikan bahwa, program ini terlaksana, karena mendapat presentasi yang baik, yang mana selama ini advokasi untuk seluruh masyarakat hampir 90% setuju untuk melaksanakan program ini.
“Karena itu kita tidak perlu mengeluarkan sumber daya yang besar, karena nyamuk tersebut nanti akan dikawinkan sehingga dapat di perbanyak, tetapi kita tidak bisa mengatakan nyamuk tersebut dapat menghilangkan kasus demam berdarah, namun dapat mengurangi,” tuturnya.
Menurutnya, kasus demam berdarah lebih banyak diderita oleh anak-anak. Jadi, ini adalah metode yang baik untuk Timor-Leste, karena menurut penelitian dari Menzias bahwa 10 negara telah menerapkan program ber-Wolbachia dengan hasil yang baik.
Dia menambahkan bahwa program ini akan dilaksanakan pertama kali di kotamadya Dili. Karena, Dili adalah daerah yang paling berisiko dan banyak masyarakat tinggal di Dili, jika programnya berjalan baik dapat dilaksanakan di kotamadya lainnya.
“Sekarang peluncuran pertama yang kita lakukan akan dimulai pertama kali di kotamadya Dili. Karena, Dili adalah salah satu daerah yang paling berisiko,” jelasnya.
Sebelumnya, Perwakilan Menzies di Timor-Leste, Nelson Martins, menginformasikan bahwa World Mosquito Program (WMP) dan Action Proverty (Aop) telah mulai melaksanakan program ber-Walbachia di Timor-Leste untuk menekan penularan Demam Berdarah, Chikungunya dan demam Holi melalui penerapan metode ber-Wolbachia.
“Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi dan keterlibatan masyarakat. Kami, melakukan kampanye penjangkauan untuk menginformasikan dan mendidik masyarakat tentang tujuan manfaat program ini,” kata Nelson Martins.
Program metode ber-Wolbachia adalah upaya pengendalian demam berdarah (DBD) dengan memanfaatkan bakteri Wolbachia yang disisipkan pada nyamuk Aedes aegypti. Bakteri ini berfungsi menghambat replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk tersebut tidak mampu lagi menularkan DBD. Dengan melepaskan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia, diharapkan populasi nyamuk yang menularkan DBD dapat berkurang, dan penyebaran penyakit dapat dikendalikan.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




