iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Fabiola Alves : Suara Perempuan Muda untuk Laut Timor-Leste

Fabiola Alves : Suara Perempuan Muda untuk Laut Timor-Leste

Fabiola Eulalia da Costa Alves. Foto spesial

DILI, 08 Juni 2025 (TATOLI)– Laut bukan hanya sekadar ruang biru yang membentang di cakrawala. Bagi Fabiola Eulalia da Costa Alves, seorang perempuan muda asal Timor-Leste, laut adalah rumah, warisan budaya, dan harapan masa depan.

Dengan semangat, keberanian, dan komitmen, ia menjelma menjadi salah satu suara muda yang mendorong perlindungan laut melalui aksi nyata.

Fabiola bukan hanya pengagum keindahan laut, tetapi juga telah membuktikan kemampuannya melalui berbagai sertifikasi profesional, termasuk AIDA2 dalam freediving, PADI Open Water Diver dalam scuba diving, dan EFR (Emergency First Response) dalam pertolongan pertama serta CPR.

Semuanya menjadi bekal penting dalam misinya menjaga laut Timor-Leste. “Laut adalah Kehidupan dan Identitas Kita,” tegasnya.

Dalam wawancara bersama TATOLI, Fabiola bercerita bahwa keterlibatannya dalam dunia kelautan bermula dari rasa takjub terhadap keindahan laut dan pengalaman menyelam pertamanya di Beloi bersama operator selam Compass Dive. Baginya, laut bukan hanya tempat yang indah, tetapi juga sumber makanan, penghidupan, dan identitas budaya.

“Laut adalah kehidupan itu sendiri. Budaya kita, makanan kita, bahkan tradisi seperti tara bandu sangat erat dengan laut,” ujarnya.

Ia mengingat masa kecilnya bermain di pantai dan keterlibatan awal melalui Program Pariwisata Bahari Berkelanjutan (SMTP) yang ditawarkan Compass Dive kepada pemuda Timor-Leste. Dari sana, kesadaran lingkungan dan rasa cinta pada laut terus tumbuh.

Menjawab Tantangan Laut dengan Aksi

Meski keindahan laut Timor-Leste memukau, Fabiola tak menutup mata terhadap berbagai ancaman: sampah, penangkapan ikan berlebihan, dan dampak perubahan iklim yang makin terasa. Namun ia percaya, solusi dimulai dari langkah kecil.

“Kita sering bicara soal konservasi, tapi tak ada aksi. Kami memulai dari hal kecil, seperti snorkeling edukatif dan pembersihan pantai setiap minggu. Bukan kegiatan besar, tapi upaya kecil ini bisa membangkitkan kesadaran,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan pemahaman mendalam, bukan sekadar mengikuti tren konservasi. “Masalah laut itu dari kita manusia juga: perikanan, polusi, perubahan iklim. Jadi kita juga yang harus memulihkan,” tambahnya.

Perempuan dan Pemuda: Pilar Masa Depan Kelautan

Sebagai perempuan muda, Fabiola menghadapi tantangan tersendiri, termasuk keraguan diri dan minimnya representasi perempuan dalam kepemimpinan kelautan. Namun, ia memilih untuk membangun kepercayaan diri melalui pelatihan dan aksi nyata.

“Saya belajar untuk tidak membatasi diri. Meskipun kecil, saya bisa melakukan sesuatu yang berarti,” ujarnya.

Menurutnya, inisiatif seperti Forum Pemimpin Perempuan belum cukup mewakili suara perempuan muda. Ia menyoroti pentingnya program dan kebijakan yang benar-benar inklusif dan memberdayakan. 

Konservasi Dimulai dari Komunitas

Saat ini, Fabiola terlibat dalam kelompok sukarelawan yang aktif dalam kegiatan edukatif dan promosi laut. Salah satu inisiatif terbaru mereka adalah acara akhir bulan bertajuk “Bagaimana Kita Bisa Membuat Semua Orang Tahu Keindahan Laut”, yang menghubungkan budaya dengan konservasi laut.

Ia juga mengapresiasi gerakan anak muda lainnya seperti Underwater Cinema (UC) dan Gerakan Laudato Si’ Timor-Leste yang turut mengangkat kesadaran tentang pentingnya laut. Namun, ia menggarisbawahi perlunya pendidikan yang lebih luas untuk menjangkau anak muda yang belum terlibat. 

Masa Depan Laut Timor-Leste

Fabiola berharap, dalam 10 tahun ke depan, garis pantai Timor-Leste akan dipenuhi oleh koperasi pemuda dan perempuan yang mengelola perikanan secara berkelanjutan, ekowisata yang bertanggung jawab, dan pantai yang bersih dari polusi.

“Saya bisa membayangkan laut kita menjadi lebih sehat, masyarakat pesisir sejahtera, dan perempuan muda memimpin gerakan perlindungan laut,” katanya.

Media Sosial dan Harapan Digital

Menurut Fabiola, teknologi dan media sosial memainkan peran penting dalam menyuarakan konservasi. Platform seperti Instagram dan TikTok, katanya, bisa menginspirasi anak muda dengan membagikan kisah, video, dan aksi nyata yang mengajak lebih banyak orang untuk peduli. 

Pesan di Hari Laut Sedunia

Bagi Fabiola, Hari Laut Sedunia adalah waktu untuk merenung dan mengingat kembali pentingnya laut sebelum kita merusaknya.

“Hari itu adalah penyegaran bagi alam, dan pengingat bagi kita untuk menjaga laut yang menopang kehidupan,” jelasnya.

Ia mengajak perempuan muda Timor-Leste untuk mengambil peran lebih besar “Laut adalah kekuatan dan masa depan kita. Jangan biarkan hambatan menghentikanmu. Mulailah dari hal kecil, bagikan pengetahuanmu, dan jadilah bagian dari perlindungan laut yang berarti. Masa depan laut ada di tangan kita semua.”

Perayaan Hari Laut Sedunia jatuh pada tanggal 08 juni setiap tahunnya. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!