DILI, 22 Mei 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui keputusan Dewan Menteri, memutuskan memberi wewenang kepada Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro menunjuk Avelino Maria Coelho da Silva dan José Manuel Gonçalves, sebagai Komisaris Dewan Pengawas Strategi Pengembangan Greater Sunrise.
Penunjukkan dua Komisaris tersebut merupakan langkah penting memperkuat kontrol dan posisi strategis dalam pengembangan ladang gas Greater Sunrise.
“Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Perjanjian Batas Maritim antara Timor-Leste dan Australia,” ungkap hasil laporan dari rapat Dewan Menteri yang diakses Tatoli, kamis ini.
Dikatakan, Dewan Pengawas memiliki peran penting dalam pengawasan strategis Rezim Khusus Greater Sunrise, dan para komisaris akan bertugas dan berkoordinasi dengan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão serta Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral.
Berita terkait : Australia – TL tetap perkuat komitmen kembangkan Greater Sunrise
Langkah ini diperkuat dengan hasil studi independen yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Wood, antara April dan November 2024, yang menyimpulkan bahwa pengembangan proyek Greater Sunrise di wilayah Timor-Leste adalah layak secara teknis dan ekonomis, serta diproyeksikan akan memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan bagi negara.
Pemerintah Timor-Leste juga telah menegaskan bahwa pengembangan ladang gas Greater Sunrise tetap menjadi prioritas strategis. Proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan peningkatan kesejahteraan rakyat, sembari terus memperkuat hubungan kerja sama dengan para mitra internasional.
Greater Sunrise terletak sekitar 140 kilometer selatan pantai Timor-Leste dan merupakan salah satu ladang gas terbesar di kawasan. Proyek ini dikelola oleh konsorsium Sunrise Joint Venture, yang terdiri dari perusahaan milik negara TIMOR GAP (56,6%), Woodside (33,44%), dan Osaka Gas Australia (10%).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




