iklan

EKONOMI, HEADLINE

Menteri Agio dan INPEX kembali bahas peluang pengembangan Greater Sunrise

Menteri Agio dan INPEX kembali bahas peluang pengembangan Greater Sunrise

Menteri Kabinet Dewan Menteri dan Juru Bicara Pengembangan Diskusi Proyek Greater Sunrise, Agio Pereira bertemu Perwakilan Perusahaan Minyak Jepang INPEX. Foto MPCM

DILI, 22 oktober 2024 (TATOLI)– Menteri Kabinet Dewan Menteri dan Juru Bicara Pengembangan Diskusi Proyek Greater Sunrise, Agio Pereira bertemu dengan Perwakilan Perusahaan Minyak Jepang INPEX, untuk melanjutkan dialog strategis mengenai pengembangan proyek Greater Sunrise dan peluang pengembangan di Pantai Selatan Timor-Leste.

Dalam siaran pers yang diakses Tatoli dikatakan pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah dengan dihadiri Wakil Presiden Eksekutif Operasional INPEX Chris Wilson, Perwakilan INPEX di Timor-Leste Yosuke Ueda, dan Konsultan Pengembangan Bisnis Brodie Ryota Sugai.

Ini merupakan pertemuan ketiga antara Menteri Agio Pereira dan INPEX, setelah pertemuan yang diadakan di Dili, pada bulan juni 2024, dan di Darwin, pada bulan juli 2024, dengan tujuan menjajaki kemungkinan kemitraan dalam pengembangan infrastruktur energi di Timor-Leste, termasuk potensi Greater Sunrise.

Berita terkait : Perusahaan minyak INPEX Jepang mulai buka kantor cabang di Timor-Leste

INPEX, yang memegang 9,6% saham di Perusahaan joint Bayu-Undan, secara resmi membuka kantornya di Timor-Leste pada bulan juni lalu, dan terus menunjukkan keinginannya untuk memperluas kegiatannya di wilayah tersebut.

Diakui, sebagai perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas terbesar di Jepang, INPEX memiliki pengalaman luas di sektor energi global, dengan investasi di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Australia.

Dalam pertemuan tersebut, INPEX menyampaikan proposal untuk mendukung pengembangan Greater Sunrise, termasuk solusi transportasi dan distribusi gas.

“Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pembangunan energi dan industri di Timor-Leste, menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi penduduknya,” ungkap Menteri Agio dalam laman resmi tersebut.

Menteri Agio Pereira menekankan pentingnya mempertahankan diskusi ini dan menjajaki semua kemungkinan yang membantu Timor-Leste memanfaatkan sumber daya alamnya sebaik-baiknya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sejak April lalu, perusahaan Wood Australia telah melakukan studi konseptual mengenai pengembangan ladang gas Greater Sunrise. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pilihan terbaik untuk pengembangan, pengolahan dan komersialisasi gas yang diekstraksi, yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

Ladang gas Greater Sunrise terletak sekitar 140 km sebelah selatan pantai Timor-Leste. Konsorsium yang bertanggung jawab mengembangkan ladang Greater Sunrise (Sunrise Joint Venture) terdiri dari TIMOR GAP, yang memegang 56,6%, Woodside, dengan 33,44%, dan Osaka Gas Australia, dengan 10%.

Berita terkait : Pemerintah setujui keinginan TIMOR GAP akuisi saham 16% di Bayu-Undan

Pembangunan Greater Sunrise dan kedatangan pipa gas ke pantai selatan Timor-Leste merupakan prioritas nasional, yang penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara ini di masa depan.

Pemerintah akan terus mengevaluasi strategi terbaik untuk mengembangkan proyek tersebut, memastikan bahwa proyek tersebut berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat yang signifikan bagi bangsa dan kawasan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!