DILI, 22 mei 2024 (TATOLI)–Presiden Republik, José Ramos Horta meminta pihak terkait untuk melakukan investigasi mendalam dan menindak tegas oknum PCIC (Kepolisian Investigasi Kriminal Ilmiah) yang diduga meminta uang senilai $2.000 kepada anak Arnolfo Teves Jr, seorang Mantan anggota Parlemen Filipina yang menjadi buronan.
“Pada bulan lalu saya melihat dan mendengar di media sosial ada oknum PCIC yang meminta uang kepada anak dari buronan Arnolfo, saya berharap proses investigasi atas masalah ini segera selesai. Karena, kasus ini bisa mengotori nama baik kita dan nama institusi PCIC akan buruk juga. Jadi, kita harus menindak tegas oknum tersebut, jika tidak akan menjatuhkan nama baik negara kita,” kata Presiden Horta kepada wartawan di Istana Kepresidenan Dili, rabu ini.
Presiden Horta menambahkan bahwa, Timor-Leste yang sedang dalam proses untuk menjadi anggota tetap ASEAN tahun depan membutuhkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk kerja sama di bidang Kepolisian, anti terorisme, dan money laundry, namun jika salah satu anggota PCIC melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik Timor-Leste, maka akan menjatuhkan nama negara ini.
Berita terkait : Pemerintah putuskan ekstradisi buronan Arnolfo Teves Jr ke Filipina
“Saya menunggu hasil dari proses investigasi. Kadang invetigasi seperti itu kita tidak mendengar hasilnya. Tetapi, saya akan tetap tegaskan untuk lakukan investigasi dan saya tunggu hasilnya. Saya tidak ingin menunggu lama. Karena, rakyat kecil yang melanggar peraturan akan langsung dihukum. Jadi, mengapa ada orang yang ingin menjatuhkan nama baik negara dan melanggar aturan tidak mendapakan hukuman, karena itu, saya akan tetap minta hasil investigasinya,” jelas Presiden Horta.
PCIC tangguhkan sementara anggota oknum PCIC yang diduga terlibat
Sebelumnya, pada 09 april 2024, PCIC telah menangguhkan salah satu anggotanya dari pekerjaannya karena diduga sebagai oknum yang meminta uang dari anak Arnolfo Teves Jr. yang berwarga negara Filipina.
Penyelidikan dimulai dengan mengumpulkan fakta dan bukti serta menentukan tindakan yang akan diambil terhadap anggota oknum PCIC tersebut.
Proses internal untuk anggota yang dituduh telah dilakukan proses penyelidikan lanjutan untuk menentukan apakah oknum tersebut terlibat dalam kejahatan yang dituduhkan dan tindakan akan diambil terhadapnya dan akan segera diproses berdasarkan hukum undang-undang yang berlaku.
Sementara, laman resmi media Filipina, PhilstarGLOBAL menyebutkan, Departemen Kehakiman Filipina (DOJ) telah mendesak pihak berwenang Timor-Leste untuk mengekstradisi atau mendeportasi anggota Kongres yang diusir dan buronan, Arnolfo Teves Jr, setelah putranya diduga menyuap seorang oknum anggota PCIC.
Dalam laman PhilstarGLOBAL menuliskan bahwa Departemen Kehakiman Filipina menyebutkan, putra Teves diduga menawarkan kepada seorang oknum PCIC uang sebesar 2.000 dolar AS.
Sementara, Menteri Kehakiman Filipina, Jesus Crispin Remulla meminta kepada Teves untuk pulang. “Pulanglah dan hadapi Pengadilan dengan jujur,” kata Menteri Jesus Crispin Remulla dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Teves.
Dilain pihak, Pemerintah Timor-Leste melalui Menteri Kehakiman Timor-Leste, Sergio da Costa Hornai, mengatakan telah memutuskan untuk mengekstradisi atau menyerahkan kembali buronan Warga Negara Asing (WNA), Arnolfo Teves Jr ke negara asalnya Filipina.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




