iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Korban gempa bumi Jepang capai 78 orang, Paus Fransiskus ucapkan belasungkawa

Korban gempa bumi Jepang capai 78 orang, Paus Fransiskus ucapkan belasungkawa

Paus Fransiskus. Foto spesial

DILI, 04 januari 2024 (TATOLI)– Paus Fransiskus pada selasa (02/01/2024) lalu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat Jepang, dengan doa setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan puluhan korban.

Dikutip dari laman resmi Vatican News, Paus Fransiskus menyatakan kedekatannya dengan mereka yang menderita dan yang kehilangan orang yang dicintai dalam gempa bumi mematikan di Jepang.

Menurut sebuah telegram yang dikirim atas nama Paus oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, pada hari selasa yang menuliskan  Paus sangat sedih mengetahui hilangnya nyawa dan kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi di prefektur Ishikawa.

Gempa bumi dahsyat melanda Jepang tengah pada hari senin, memicu peringatan bagi penduduk untuk mengevakuasi beberapa daerah di pantai barat, menghancurkan bangunan, mematikan aliran listrik ke ribuan rumah, dan mengganggu perjalanan ke wilayah tersebut.

Berita terkait : Gempa di Jepang, Dubes Ilídio laporkan 54 WNTL dalam keadaan baik

Paus meyakinkan semua orang yang terkena dampak bencana ini akan solidaritasnya yang tulus, kedekatan spiritual, dan doa-doanya, terutama bagi para korban meninggal dunia dan mereka yang berduka, dan untuk penyelamatan orang-orang yang masih hilang.

Paus Fransiskus mengakhiri dengan memberikan dorongan kepada otoritas sipil dan personel darurat saat mereka membantu para korban tragedi ini, dan dengan sukarela memohon berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan.

Setelah tragedi itu, Uskup Agung Tokyo Mgr Tarcisio Kikuchi dari Tokyo mengeluarkan sebuah pernyataan, yang meyakinkan bahwa Gereja mendoakan para korban, dan mengumumkan bahwa sebuah tim dari Konferensi Waligereja Jepang sedang menilai kerusakan yang terjadi sebelum Gereja menentukan tanggapannya.

Selain itu, dari kantor berita Reuters pagi ini (04/01) juga melaporkan ribuan petugas penyelamat terus berupaya mencari korban selamat dari gempa bumi pada Hari Tahun Baru yang menewaskan sedikitnya 78 orang di Jepang, dengan harapan dapat menyelamatkan sebanyak mungkin orang dalam batas waktu tiga hari untuk bertahan hidup yang akan berakhir pada hari kamis sore.

“Ada banyak orang yang tertinggal di dalam gedung-gedung yang runtuh dan menunggu untuk diselamatkan,” kata Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dalam sebuah konferensi pers.

“Kami akan mengerahkan seluruh upaya kami untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang pada malam ini, ketika 72 jam akan berlalu sejak bencana terjadi,” katanya.

Tingkat kelangsungan hidup menurun 72 jam setelah gempa, menurut petugas tanggap darurat.

Jalan-jalan yang terputus dan lokasi terpencil di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak telah mempersulit upaya penyelamatan. Hampir 600 gempa telah melanda semenanjung Noto sejak gempa utama, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur.

Tiga hari sejak bencana melanda, bantuan material telah mengalir masuk tetapi para pengungsi sebagian besar masih terputus dari makanan, air, kehangatan, dan komunikasi di tengah suhu yang membeku dan cuaca buruk, demikian ungkap pihak berwenang setempat.

3.000 makanan dan 5.000 botol air yang telah dikirim sejauh ini tidak cukup untuk 11.000 pengungsi yang saat ini mencari bantuan di kota Wajima, kata walikota Shigeru Sakaguchi pada sebuah pertemuan tanggap bencana regional.

“Yang pertama dan terutama adalah jalan – jalan yang terputus tidak hanya menghambat pasokan bantuan, tetapi juga pemulihan listrik, air, sinyal seluler, dan infrastruktur jalur kehidupan lainnya,” katanya.

Gempa mulai terjadi sekitar pukul 16:00 waktu setempat pada hari senin (01/01). Gempa berkekuatan 7,6 SR dilaporkan terjadi di dekat Semenanjung Noto, prefektur Ishikawa, Jepang dengan kedalaman 10km

Selain Ishikawa, gempa juga dirasakan di Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!