DILI, 08 november 2023 (TATOLI)— Data terbaru Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) melalui Departemen Pengawas Kualitas Komunikasi Sosial melaporkan selama oktober 2023, tercatat bayi yang meninggal dunia dalam kandungan ibu berjumlah 13.
Demikian hal itu dikatakan, Kepala Departemen Pengawas Kualitas Komunikasi Sosial di Rumah Sakit Nasional HNGV, Sara Maria Xavier, pada wartawan di HNGV Dili, selasa.
“Selama bulan oktober ini, bayi yang meninggal di dalam kandungan ibu berjumlah 13. Dari jumlah tersebut, empat bayi meninggal dunia akibat infeksi stillbirth (bayi meninggal dalam kandungan) dan beberapa lainnya meninggal karena beberapa penyebab ,”kata Sara Maria Xavier.
Berita terkait : 2022, HNGV laporkan 118 bayi meninggal dalam kandungan
Dia menjelaskan bahwa bayi yang meninggal di dalam kandungan ibu karena kondisi premature, karena bayi tersebut dilahirkan dengan kondisi sangat kecil sehingga mengakibatkan kondisi kesehatan tidak stabil.
“Bayi yang meninggal dalam kandungan ibu karena kondisi prematur disebabkan oleh beberapa komplikasi yang dialami oleh seorang ibu selama masa kehamilan seperti hipertensi, anemia, dan penyakit kronis yang mereka alami selama kehamilan, yang kemudian dapat menyebabkan kematian bayi di dalam kandungan ibu,” ujarnya.
Karena itu, Sara Maria meminta pada semua ibu hamil untuk melakukan konsultasi kesehatan di pusat kesehatan komunitas untuk memeriksa kesehatan mereka secara teratur, sehingga bisa mendapatkan pengobatan yang tepat jika mengalami beberapa komplikasi.
“Saya meminta agar semua ibu selalu memeriksakan kesehatan mereka secara rutin di fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan,” ujarnya.
Berita terkait : Selama empat bulan, 1.774 bayi lahir di Rumah Sakit Nasional dan 32 meninggal
Ia juga meminta kepada ibu hamil agar selama masa kehamilan harus menjauhkan diri dari anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, karena hal-hal ini dapat menyebabkan kematian bayi di dalam perut ibunya. Bahkan asap dari dapur juga dapat membahayakan bayi dan menyebabkan meningalnya seorang bayi ,” tegasnya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




