iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

UNEP dan AND kembali diskusikan pelaksanaan proyek EWS 2023

UNEP dan AND kembali diskusikan pelaksanaan proyek EWS 2023

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) bersama Otoritas Nasional yang Ditunjuk untuk Memerangi Perubahan Iklim (AND) kembali mendiskusikan pelaksanaan proyek Early Warming Systems (EWS) pada 2023. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 26 juli 2023 (TATOLI)— Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) bersama AND (Otoritas Nasional yang Ditunjuk untuk Memerangi Perubahan Iklim) hari ini kembali mengumpulkan Komite Pengarah Proyek (PSC) untuk bersama mendiskusikan pelaksanaan proyek Early Warming Systems (EWS) pada 2023.

Pelaksanaan proyek EWS untuk membangun ketahanan yang lebih besar terhadap bahaya hidrometeorologi di Timor-Leste.  Proyek ini senilai $21,7 juta, dan dipimpin  UNEP dan didanai oleh Dana Iklim Hijau (GCF).

Tujuannya, untuk membangun  layanan informasi iklim yang mencakup lautan dan Multi-Hazard Early Warming Systems (MHEWS) berbasis dampak untuk sektor (termasuk kesehatan, pertanian, pengurangan risiko bencana, pengelolaan air dan lingkungan) dan masyarakat di Timor-Leste.

“Proyek ini telah menetapkan target yang jelas untuk mengurangi risiko yang dihasilkan oleh bencana dan juga memberikan pemberitahuan lanjutan tentang potensi bahaya, serta memungkinkan individu, komunitas, dan organisasi untuk mengambil tindakan yang tepat guna meminimalkan potensi dampak bencana,” jelas Sekretaris Negara urusan Perlindungan Sipil, Mariano Reis kepada wartawan di Hotel Timor, rabu ini.

Sementara, Ketua AND, Pedro Godinho Dos Santos Marcal da Costa mengatakan acara tersebut merupakan pertemuan kedua PSC setelah sebelumnya pertemuan pertama diadakan pada 16 desember 2022.

“Saya sangat percaya proyek ini benar-benar mengubah kemampuan informasi iklim Timor-Leste dan sistem peringatan dini untuk memenuhi standar minimum Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Kita berkumpul hari ini untuk mendiskusikan tahapan-tahapan apa saja yang dibutuhkan kedepannya,” jelasnya.

Manajemen Program UNEP, Bo Ra Kim menegaskan proyek informasi iklim dan peringatan dini di Timor-Leste akan memberikan peningkatan kapasitas di semua tahap rantai nilai informasi iklim, termasuk memperkuat jaringan pengamatan untuk peningkatan data iklim, mengembangkan sistem peringatan dini dan sistem pendukung keputusan, serta penyebaran peringatan dini kepada masyarakat yang rentan.

“Proyek ini akan meningkatkan ketahanan Timor-Leste terhadap peristiwa iklim ekstrem yang frekuensi dan intensitasnya meningkat akibat perubahan iklim,” ucapnya.

Disebutkan, dari total dana $21,7 juta tersebut, AND telah mendapatkan dukungan sebesar $4 juta yang digunakan untuk pelatihan, kebutuhan perbaikan antena dan pembelian alat-alat untuk peringatan dini. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!