DILI, 08 Mei 2026 (TATOLI) — Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC) Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kolektif ASEAN melalui peningkatan koordinasi regional, konektivitas energi, ketahanan rantai pasokan, dan koherensi kelembagaan di ketiga pilar ASEAN.
Hal ini disampaikan MNEC Bendito pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting – AMM) dan Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers – AEM) yang berlangsung pada tanggal 07 Mei 2026 di Cebu, Filipina.
Dalam pertemuan itu, dalam Laman MNEC yang diakses Tatoli, Menteri Bendito juga menyoroti pentingnya menjaga jalur laut terbuka, kebebasan navigasi, rantai pasokan yang stabil, dan tatanan internasional berbasis aturan untuk melestarikan perdamaian regional, kepercayaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Dimana, Menteri Bendito menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk mendukung inisiatif ASEAN yang bertujuan memperkuat keamanan energi dan pangan regional, termasuk melalui koordinasi yang lebih besar, pengembangan energi terbarukan, infrastruktur yang tangguh, dan mekanisme kesiapsiagaan darurat regional.
Selama pertemuan tersebut, Menteri Bendito menyambut baik pengarahan komprehensif Sekretariat ASEAN tentang konflik Timur Tengah dan respons regional yang terkoordinasi, sambil menekankan semakin eratnya keterkaitan antara geopolitik, geoekonomi, keamanan energi, keamanan pangan, dan stabilitas regional.
Menteri Bendito selanjutnya mencatat kemajuan berkelanjutan Timor-Leste dalam integrasi sektoral ASEAN, termasuk kesiapannya untuk bergabung dengan perjanjian energi utama ASEAN sebagai bagian dari peta jalan aksesi ASEAN.
Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya menjaga persatuan, sentralitas, dan otonomi strategis ASEAN di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sambil memajukan respons regional yang terkoordinasi dan berwawasan ke depan terhadap tantangan yang muncul.
Dalam pertemuan itu, Timor-Leste menegaskan kembali dukungannya terhadap adopsi Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang respons terkoordinasi ASEAN terhadap krisis Timur Tengah dan menegaskan kembali komitmennya untuk berkontribusi secara konstruktif terhadap pembangunan Komunitas ASEAN dan ketahanan regional.
Dalam pertemuan itu, Menteri Bendito dos Santos didampingi Wakil Menteri Perdagangan dan Industri, Augusto Júnior Trindade. Di mana para Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi ASEAN bertukar pandangan tentang perkembangan global dan regional, termasuk situasi yang berkembang di Timur Tengah dan implikasinya bagi ASEAN.
TATOLI




